Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 16:46 WIB

Masalah Klasik Gelayuti Pedagang Pasar Tradisional

Oleh : Uji medianti | Kamis, 2 November 2017 | 13:09 WIB
Masalah Klasik Gelayuti Pedagang Pasar Tradisional
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyebut tiga permasalahan besar yang dialami pedagang tradisional. Kendala itu membuat mereka tak bisa berkembang pesat bak ritel modern.

"Kalau kita identifikasi permasalahan yang dihadsapi mereka pengusaha kecil, paling tidak ada tiga hal," kata Enggar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Pertama, pasar tradisional tak jarang berlokasi kumuh, bau, sehingga membuat ketidaknyamanan. Namun begitu, kata dia, pemerintah tidak pernah membantu hal itu baik dalam pengelolaan.

"Pengelolaan tradisional yang tidak pernah kita bantu," kata Enggar.

Kedua, pedagang pasar tradisional membeli barang lebih mahal dibandingkan dengan pengusaha ritel modern. Hal ini menyebabkan pedagang pasar tradisional tidak bisa mendapat margin yang cukup.

"Bagaimana dia bisa dapat margin yang cukup kalau dia dapatnya harga lebih mahal," ujarnya.

Ketiga, adalah keterbatasan modal. Enggar bilang, pengusaha ritel yang besar bisa membeli stok sampai satu,dua hingga tiga bulan.

Sedangkan pedagang pasar tradisional yang kecil harus bayar tunai sehingga kemungkinan untuk belanja stok dalam waktu ke depan amat sedikit.

Tiga hal ini turut menjadi jurang pembeda dari pedagang pasar tradisional dan pedagang ritel modern. Enggar sendiri, mengklaim bila pemerintah telah melakukan keberpihakannya kepada pedagang kecil. Diantaranya revitalisasi pasar.

"Ketiga hal ini lah yang harus kita atasi persoalan. Pertama ada perbaikan revitalisasi pasar. Saya mohon keberpihakannya disini. Izinkan saya mengatakan, anda saatnya membantu yang kecil," imbuhnya. [ipe]

Komentar

 
x