Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:12 WIB

Peringkat EoDB Naik Kelas, Bos LPS Harapkan Ini

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 2 November 2017 | 16:36 WIB
Peringkat EoDB Naik Kelas, Bos LPS Harapkan Ini
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Dunia merilis laporan Peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia 2018. Hasilnya, Indonesia naik ke peringkat 72 dari sebelumnya 91 dari 190 negara yang disurvei.

Ditanya soal ini, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah menyambut baik laporan Bank Dunia tersebut. Capaian ini menjadi modal besar untuk meningkatkan kepercayaan dan minat investasi di Indonesia.

"Ini penting bagi para investor karena selalu para investor datang ke negara berkembang keinginannya hanya untuk jangka pendek saja," kata Halim saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Dengan meningkatnya indeks kemudahan berinvestasi ini, Halim mengatakan investor tentunya akan menanamkan modalnya di tanah air dengan jangka panjang dan ini kata dia sangat menguntungkan Indonesia. "Dengan stabilnya kondisi ekonomi kita juga politik ini akan menarik dana yang lebih jangka panjang, kan sekarang ini kita lebih sering menarik investor dengan jangka pendek saja," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan ranking Indonesia yang fenomenal ini menunjukan komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha dan mendorong investasi.

Sri Mulyani mengatakan, peran sektor swasta sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Pencapaian ini merupakan pengakuan dunia terhadap perbaikan yang sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia," kata Sri Mulyani.

Peningkatan ini membuktikan bahwa kepercayaan pihak eksternal, termasuk investor dan lembaga pemeringkat, terhadap potensi perekonomian Indonesia, menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selanjutnya, dia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo terus mendorong koordinasi antar instansi pemerintah untuk memperbaiki regulasi dan memudahkan berusaha. Menkeu menambahkan, ranking Indonesia untuk kemudahan berusaha membaik 39 posisi dibandingkan di awal pemerintahan.
"Ini merupakan upaya kolektif yang melibatkan banyak instansi di berbagai lini," ujarnya.

Pemerintah akan terus berupaya mendorong perkembangan iklim usaha melalui perbaikan regulasi baik di level pusat maupun daerah. Pemerintah juga akan terus menciptakan kebijakan fiskal yang produktif dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan, sebagaimana tercermin pada APBN saat ini dan tahun 2018 yang baru saja disahkan.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan terus melakukan reformasi perpajakan yang lebih ramah terhadap dunia usaha untuk menstimulus aktivitas perekonomian di dalam negeri. [ipe]

Komentar

 
x