Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:54 WIB

Bela Sawit di Eropa, Mendag: You Start Trade War

Oleh : Iwan purwantono | Jumat, 3 November 2017 | 11:12 WIB
Bela Sawit di Eropa, Mendag: You Start Trade War
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Upaya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membela komoditas sawit yang diserang kampanye hitam dari Eropa dan Amerika Serikat, bolehlah diberi jempol. Dia tak segan memberikan pernyataan keras.

Usai memberikan sambutan dalam acara International Palm oil Confference (IPOC) 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Enggar, sapaan akrabnya, menyatakan komitmennya untuk membela sawit.

Alasan Enggar sederhana saja. Bahwa kontribusi ekspor sawit memberikan devisa terjumbo. Tahun lalu, devisa yang masuk brangkas negara mencapai US$17,6 miliar. Selain itu, industri sawit dari hulu hingga hilir menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 4 juta keluarga, atau setara 16 juta jiwa.

Ya, Hanya saja, ekspor sawit Indonesia, belakangan mengalami banyak sandungan. Semisal, resolusi Parlemen Uni Eropa yang menuduh industri sawit Indonesia lebih banyak mudharatnya. Dianggap sebagai pemicu deforestasi, tidak sehat serta pekerja di bawah umur. "Semuanya tidak benar. Isu negatif terhadap palm oil kita jelas persaingan tak sehat. Dan ini harus kita lawan. Saat ini, kita tidak bisa lagi defensif," paparnya.

Saat bertemu pejabat atau parlemen Uni Eropa, Enggar bilang, tak segan bicara keras. Semua dilakukan demi menjamin eksistensi bisnis sawit di tanah air. "Saya bilang, this is unfair. Kalau begini terus, Saya bilang lagi, you start trade war," tegas politisi Nasdem ini.

Selain itu, kata mantan politisi Golkar ini, terbuka peluang bagi Indonesia untuk menghentikan ekspor susu dari Eropa. selama ini, Indonesia mengimpor 2,8 juta ton susu, atau 77% dari total kebutuhan dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Selain susu, kata Enggar, bisa saja pemerintah melakukan pembatasan untuk importasi wine asal Perancis atau produk negara lain yang selama ini mengganjal minyak sawit Indonesia. "Indonesia punya penduduk 260 juta, ini market besar. Selain itu, perekonomian Indonesia terbaik nomor 3 di G20. Jadi, kita punya bargaining penting lho," ungkap Enggar.

Masih kata Enggar, pemerintah berupaya untuk membuka pasar baru untuk komoditas unggulan Indonesia, termasuk minyak sawit. Dalam hal ini, dia menyebut Afrika dan Timur Tengah perlu dijajaki.

"Sesuai arahan Pak Presiden Joko Widodo, perlu membuka pasar baru. Dalam kunjungan ke Afria dan Timur Tengah, selalu kita lakukan itu. Para dubes dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dilibatkan untuk mendorong ekspor," kata Enggar. [ipe]

Komentar

 
x