Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:57 WIB

Inilah Penopang Kinerja Pertamina

Oleh : - | Minggu, 5 November 2017 | 07:17 WIB
Inilah Penopang Kinerja Pertamina
(Foto: Antaranews)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba US$ 1,99 miliar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan selama 9 bulan di tahun 2017.

Harga minyak mentah ICP rata-rata selama 9 bulan di 2017 naik 29 persen dari periode yang sama di 2016. Pendapatan Pertamina sendiri hanya naik 18 persen, yakni dari US$ 26,62 miliar menjadi US$ 31,38 miliar dengan amanat pendistribusian BBM PSO dengan harga yang tidak berubah. Namun demikian berbagai peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dapat menahan laju peningkatan COGS dan Opex hanya di tingkatan 27 persen sehingga Pertamina masih mampu mencatat laba.

"Pertamina masih tetap bisa mencatatkan laba, ditengah penugasan dalam penyediaan BBM bagi masyarakat di seluruh Indonesia, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Pertamina juga secara maksimal melakukan langkah-langkah penghematan dari pengadaan di sektor hulu dan hilir tanpa mengganggu operasional dan tidak mengurangi kualitas,"kata Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik.

Massa menambahkan apabila mengacu pada formula penghitungan harga BBM, kinerja keuangan Pertamina lebih baik, dimana pendapatan bisa mencapai US$32,8 miliar dan nett income US$3,05 miliar. Namun demikian, Massa menekankan bahwa selisih pendapatan tersebut telah dikembalikan sebagai kontribusi Pertamina kepada masyarakat, untuk menutup selisih harga jual BBM sebesar US$1,42 miliar atau sekitar Rp19 triliun, belum termasuk kontribusi dalam bentuk PPN dan PBBKB. Sesungguhnya nilai tersebut sangat dibutukan Pertamina untuk investasi di sektor hulu, kilang dan proyek-proyek strategis lainya.

Kinerja positif juga disokong oleh produksi minyak sepanjang Januari-September 2017 mencapai 342 ribu barel per hari (MBOPD) atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama 2016 sebesar 309 MBOPD. Sedangkan, produksi gas tumbuh 4 persen dari 1.953 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada periode Januari-September 2016, menjadi 2.030 MMSCFD pada periode yang sama 2017. Sehingga total produksi minyak dan gas mengalami kenaikan 7 persen, dari 646 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) menjadi 693 MBOEPD.

Sementara itu, kinerja panas bumi mengalami pertumbuhan cukup signifikan yakni 31 persen dari 2.233 Giga Watt Hour (GWh) pada sembilan bulan pertama 2016 menjadi 2.932 pada periode sama tahun 2017.

"Peningkatan produksi geothermal Pertamina menunjukkan komitmen tinggi perusahaan terhadap pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, serta mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dari panas bumi dengan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tanaga panas Bumi yang saat ini mencapai 587 MW,"kata Massa.

Di Bidang New & Renewable Energy (NRE) untuk kelistrikan, Pertamina telah mengembangkan beberapa Inisiatif yaitu, Proyek PLTS di di wilayah kerja Pertamina, Anak Perusahaan dan B to B bersama perusahaan lain dengan kapasitas hingga 80 MW.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x