Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:11 WIB

Kuartal III-2017, Konsumsi Masyarakat masih Loyo

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 6 November 2017 | 12:30 WIB
Kuartal III-2017, Konsumsi Masyarakat masih Loyo
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang kuartal III 2017 mengalami pertumbuhan yang melambat dalam kurun waktu 2 tahun terkahir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, pada kuartal kali ini konsumsi masyarakat hanya tumbuh 4,93%. Angka ini lebih rendah ketimbang konsumsi rumah tangga tahun 2015 dan 2016.

"Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93%, sedikit melambat dibanding triwulan III/2015 dan triwulan III/2016," kata Kecuk di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Kecuk bilang pertumbuhan konsumsi yang sebesar 4,93% ini ditopang beberapa komponen konsumsi seperti industri makanan dan minuman (mamin), dan industri perhotelan, kesehatan dan pendidikan.

"Tapi seluruh komponen mulai dari mamin, hotel, mengalami pertumbuhan positif. ada sedikit pelambatan di mamin, tapi dilihat disana bahwa pengeluaran konsumsi kesehatan dan pendidikan mengalami peningkatan, pada triwulan III/2017 itu 5,38%, lebih tinggi dibanding triwulan III/2016 yang sebesar 5,34%," papar dia.

Satu lagi yang mengalami peningkatan konsumsi adalah sektor restoran dan hotel yang mengalami peningkatan lumayan. "Jadi ada kenaikan konsumsi makanan, kalua kita telusuri lebih dalam, disana ada kecenderungan bahwa masyarakat mulai bergeser dari konsumsi yang non leisure ke leisure," katanya.

"Jadi share konsumsi leisure lebih tinggi di triwulan III/2017 dibanding triwulan III/2016 dan III/2015," tambah dia.

Meski begitu Kecuk tetap mewaspadai perubahan prilaku konsumsi masyarakat dari yang kovensioanal ke online.

"Tentunya perubahan pola konsumsi ini perlu diwaspadai, peran medsos menunjukkan tren wisata dengan tarif yang tidak terlalu mahal akan memegnaruhi lifestyle konsumen ke depannya," katanya. [jin]

Komentar

 
x