Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:56 WIB

Pengangguran Bertambah 10 Ribu, Apa Penyebabnya?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 6 November 2017 | 15:50 WIB
Pengangguran Bertambah 10 Ribu, Apa Penyebabnya?
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Abdullah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir kenaikan jumlahpengangguran di Indonesia sebesar 10 ribu orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017. Sedangkan realisasi Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang.

Lantas apa penyebab dari meningkatnya angka pengangguran ini, apa ada hubungannya dengan tutupnya toko ritel akhir-akhir ini?

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Abdullah mengungkapkan naiknya angka pengangguran ini lebih disebabkan oleh bertambahnya jumlah angkatan kerja pada tahun ini, sehingga tidak terlalu terserap ke dunia kerja.

"Angkatan kerja banyak. Agustus 2016 banyak. Tapi ini (2017) lebih banyak," kata Sairi saat ditemui di Kantornya, Senin (6/11/2017).

Yah memang pada Agustus 2017 ini jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 2,62 juta jiwa menjadi 128,06 juta jiwa, sehingga pada Agustus 2017 sebanyak 121,02 juta orang bekerja dan sebanyak 7,04 juta orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu jumlah penduduk bekerja dan penangguran masing-masing bertambah 2,61 juta jiwa dan 10 ribu jiwa.

Tak hanya soal angkatan kerja yang bertambah, lambatnya penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor juga mempengaruhi kenaikan pengangguran di bulan Agustus 2017.

"Ada semacam stagnan daya serap di sektor konstruksipembangunan infrastruktur beberapa diantaranya sudah selesai berarti tenaga kerjanya selesai, masa jeda infrastruktur yang satu ke yang lain sementara tidak bekerja. Tapi tetap cari pekerjaan. Jadi belum terserap di infrastruktur yang ada," katanya.

Sementara untuk sektor ritel yang mengalami kelesuan dan meyebabkan penutupan toko ritel, pria asal Palembang, Sumatera Selatan ini membantah hal tersebut, menurutnya sektor perdagangan masih oke-oke saja.

"Di perdagangan itu gak ada masalah. Belum ada PHK besar-besaran di sektor ritel. Alasan terkait pengangguran tadi itu," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x