Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:14 WIB

Impor Kedelai Dilarang, Gakopindo Mati Perlahan

Oleh : - | Selasa, 7 November 2017 | 10:10 WIB
Impor Kedelai Dilarang, Gakopindo Mati Perlahan
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Cirebon - Industri tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) menolak rencana penghentian impor kedelai pada 2018.

"Kalau mau stop impor pada tahun 2018, kita jelas menolak, karena kedelai lokal itu tidak mampu memenuhi kebutuhan," kata Ketua Umum Gakopindo, Aip Syarifudin di Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/11/2017).

Aip kurang yakin, pada 2018, Kementerian Pertanian bisa mencukupi kebutuhan kedelai yang selama ini masih impor.

Produksi kedelai dalam negeri, kata dia, tidak akan bisa memenuhi target 3,5 juta ton. Lantaran, lahan kedelai seperti yang dijanjikan kementan, masih tidak jelas. "Kalau kita tidak impor, maka dipastikan produksinya juga akan berhenti, untuk itu jelas kami sangat tidak setuju adanya rencana itu," tutur Aip.

Aip menuturkan, Gakopindo sangat mendukung upaya pemerintah dalam meraih swasembada kedelai. Namun, ketika tidak ada tanda-tanda produksi kedelai bisa bisa memenuhi pasar, terlalu gegabah apabila importasi dilarang.

"Kita dukung swsembada kedelai, namun saat ini kita belum bisa, karena data yang ada kedelai dari luar itu 2,3 juta tone sampai bulan September dan produksi kedelai lokal itu tidak mampu," katanya.

"Jadi intinya kami ingin pemerintah menjamin adanya kedelai di Indonesia, apakah kedelai lokal ataupun kedelai impor," kata Aip menegaskan. [tar]

Komentar

 
x