Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 16:58 WIB

Menteri Jonan Buka Perdagangan Bursa

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 7 November 2017 | 10:48 WIB
Menteri Jonan Buka Perdagangan Bursa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ada pemandangan tak biasa di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (Selasa, 7/11/2017). Apa itu?

Ternyata, Gedung BUMN kedatangan tamu yang cukup istimewa, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Kali ini, kehadiran Jonan bukan untuk meresmikan IPO BUMN sektor migas, atau menghadiri acara dari emiten.Dia diagendakan membuka perdagangan. Dalam acara ini, Jonan ternyata mewakili Ikatan Alumni Universitas Airlangga DKI Jakarta. Dirinya adalah Ketua Dewan Penasihat Alumni Universitas Airlangga.

Saat memberikan sambutan, Jonan bercerita, awal mula dirinya dipanggil Presiden Joko Widodo untuk masuk Kabinet Kerja untuk yang kedua kalinya. Sekedar mengingatkan, Jonan sempat menganggur setelah Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Kerja pada akhir Juli 2016. Kala itu, Jonan terpental dari kursi menteri perhubungan digantikan Budi Karya Sumadi.

Namun saat reshuffle kedua, Jonan kembali dipanggil mengisi posisi Menteri ESDM pada Oktober 2016. "Waktu ada TA (tax amnesty) dari pemerintah saya kembali bertugas di kabinet di Kementerian ESDM, salah satu yang dikemukan oleh Menkeu waktu sektor energi, termasuk listrik diminta lebh aktif dan transpran dalam perpajakan," kata Jonan.

Karena, kata Jonan, sektor ESDM merupakan sektor terbesar yang juga perlu ada transparansi. Terutama menyangkut soal perpajakan, sama halnya dengan keterbukaan di bursa.

"Kalau kita lihat perusahaan yang beroperasi di Indonesia itu tidak ada yang lebih besar dari Pertamina, Pertamina itu top linenya salesnya setahun kira-kira Rp700- Rp800 triliun lebih, tidak ada yang lebih besar, kalau digabung semua banking revenuenya tidak ada segitu," kata Jonan.

Jonan bilang, PLN itu salesnya mencapai Rp300 triliun lebih sampai Rp350 triliun. "Pemerintah juga punya satu lagi unit kerja, namnya SKK Migas, tergantung harga minyak dan gas, tapi kira-kira satu tahun itu Rp400 triliun. Kalau ketiganya dijumlah, kira-kira Rp1.600 triliun," kata Jonan. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x