Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:10 WIB

Airlangga Sesumbar Industri Salip Ekonomi Nasional

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 7 November 2017 | 16:40 WIB
Airlangga Sesumbar Industri Salip Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Industri pengolahan nonmigas masih memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan III-2017 mencapai 17,76%.

Kontribusi ini lebih tinggi ketimbang sektor lain, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbangkan sekitar 13,96%, perdagangan 12,98%, serta konstruksi 10,26%.

"Ini menjadi momentum yang baik pula, pertumbuhan industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2017, yang menandakan para pelaku industri sudah terbangun optimismenya dalam membangun pabrik di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan III-2017, sebesar 5,49%. Naik dibandingkan periode triwulan I-2017 yang mencapai 4,76%, dan triwulan II-2017 sekitar 3,89%.

Capaian industri pengolahan nonmigas pada triwulan III-2017 di atas dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06%.
Cabang industri pengolahan non-migas yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan III-2017 dicapai oleh industri logam dasar 10,60%, industri makanan dan minuman 9,46%, industri mesin dan perlengkapan 6,35%, serta industri alat angkutan 5,63%.

"Kinerja gemilang di industri logam karena adanya kebijakan hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden," ujarnya.

Menurut Airlangga, sektor industri baja sedang fokus mengembangkan klaster untuk memproduksi 10 juta ton per tahun, industri berbasis nikel yang akan menghasilkan empat juta ton stainless steel dan pembangunan pabrik baja karbon dengan kapasitas 3,5 juta ton per tahun.

Sementara itu, kontribusi terbesar pada pembentukan PDB sektor industri pengolahan nonmigas, diberikan oleh cabang industri makanan dan minuman sebesar 34,95%, diikuti industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik 10,46%, serta industri alat angkutan 10,11%.

Airlangga menyampaikan, kemenperin akan menjaga kinerja industri nasional agar terus menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional melalui sumbangan dari pajak, cukai, dan ekspor. "Industri juga menjadi penggerak utama untuk penyerapan tenaga kerja. Oleh karenanya, optimalisasi akses pasar menjadi penting," katanya. [ipe]

Komentar

 
x