Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:10 WIB

Disaingi SPBU Vivo, Pertamina Dilarang Galau

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 04:39 WIB
Disaingi SPBU Vivo, Pertamina Dilarang Galau
Pengamat Energi Feby Tumiwa - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Energi Feby Tumiwa bilang, PT Pertamina (Persero) tidak perlu khawatir dan takut menghadapi SPBU Vivo milik PT Vivo Energy Indonesia.

"Pertamina enggak perlu takut. SPBU Vivo baru satu, tidak akan memakan pangsa pasar Pertamina. Kalau dilihat dari regulasi, kehadiran SPBU swasta seperti Vivo di bolehkan," kata Feby yang menjabat Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Menurut Feby, sebagai perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina sudah semestinya siap menjalankan penugasan dari pemerintah.
"Pertamina merupakan BUMN dan harus siap menerima penugasan dari pemerintah. Sebagai BUMN harus siap," kata Feby.

Ia mengatakan, Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia perlu tetap untuk memperbaiki diri di beberapa sektor seperti pelayanan SPBU dan peningkatan kualitas BBM, sehingga tetap menjadi pilihan konsumen.

Terkait kehilangan pendapatan Pertamina hingga Rp19 triliun selama periode Januari-September 2017, kata Feby, pemerintah perlu meminta Pertamina melakukan audit investigasi perlihal kehilangan pendapatan itu.

"Sebab transparansi pada sektor- sektor tertentu perlu dilakukan. Paling penting adalah transparansi biaya pengadaan BBM," ujarnya.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro berpandangan sama. Bahwa, Pertamina perlu melakukan audit investigasi terkait hilangnya pendapatan perseroan hingga Rp19 triliun.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) merasa tidak tersaingi dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bermerek Vivo yang hadir di Cilangkap, Jakarta.

"Kalau SPBU itu sudah buka 50 titik barulah kita bisa berbicara. Kalau sekarang kan belum bisa, baru satu titik, di Cilangkap lagi," kata Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik.

Ia melihat Pertamina memiliki tanggungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan SPBU baru yang bermunculan, sebab Pertamina sudah memasang diseluruh penjuru Nusantara.

Elia Massa enggan berkomentar mengenai produk SPBU Vivo yang dibanderol lebih murah ketimbang BBM jenis premium milik Pertamina. [tar]

Komentar

 
x