Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:23 WIB

JK: Ekonomi Syariah Penentu Perekonomian Nasional

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 05:29 WIB
JK: Ekonomi Syariah Penentu Perekonomian Nasional
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Wakil Presiden, Jusuf Kalla menilai konsep ekonomi syariah untuk mendorong mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sesuatu yang sulit.

"Suatu ekonomi syariah sebenarnya tidak terlalu sulit, karena ekonomi bagian dari muamalah. Selama tidak haram, itu halal," kata Kalla, saat memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/11/2017).

Kalla menjelaskan, dalam mengukur kemajuan sebuah negara bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang dicapai. Momentum gelaran ISEF 2017 ini, diharapkan bisa mendorong untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah di dalam negeri.

"Di sini kita berbicara tentang sistem ekonomi syariah. Dalam bentuk pembicaraan dan festival ekonomi syariah Indonesia, agar kita kembangkan ekonomi ini bukan dalam angkanya, tapi dengan sistem yang halal yang dirahmati Allah SWT," ujar Kalla.

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami dari nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dengan kapitalisme, sosialisme maupun negara kesejahteraan.

Dalam ISEF 2017 yang diselenggarakan pada 7 hingga 11 November 2017, mengusung strategi pengembangan ekonomi syariah dan mencakup tiga pilar. Yakni, pengembangan ekonomi syariah dalam bentuk halal supply chain atau jaringan aktivitas produksi barang dan jasa halal yang melibatkan usaha besar, menengah, dan kecil.

Selain itu, mempercepat sektor keuangan syariah dan memperkuat riset dan edukasi dalam membentuk gaya hidup halal.Berkaitan dengan strategi pengembangan ekonomi syariah itu, mulai tahun ini pengembangan ekonomi syariah tidak hanya terfokus pada sektor keuangan, tetapi juga sektor lainnya berupa halal supply chain.

Kalla mengatakan, salah satu yang menjadi tantangan dalam menjalankan ekonomi syariah yakni dalam sistem keuangan syariah yang harus menghindari riba.

"Yang agak rumit adalah sistem keuangan syariah, agar menghindari riba. Memang untuk halal sangat sederhana, selama yang kita jual bukan barang haram, selama kita tidak melakukan perjudian, berspekulasi, dan riba. Semua pasti halal," kata Kalla.

ISEF 2017 merupakan salah satu gelaran ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil. ISEF mencakup Sharia Economic Forum dan Sharia Fair.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada ISEF 2017 antara lain pemilihan enterpreneur muda di bidang syariah, dai cilik, duta ekonomi syariah, dan lain-lain.

Diharapkan, kegiatan tersebut bisa memberikan motivasi kepada generasi muda terlibat dalam menggerakkan ekonomi syariah di masa depan. [tar]


Komentar

 
Embed Widget

x