Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:13 WIB

Hidup Sudah Susah, Tarif Tol Kok Mau Dinaikkan

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 07:09 WIB
Hidup Sudah Susah, Tarif Tol Kok Mau Dinaikkan
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang tutup tahun, jangan kaget apabila tarif tol semakin mahal saja. Di tengah beratnya beban hidup rakyat, sudah tepatkah kenaikan tarif tol?

Bulan ini, PT Jasa Marga (Persero) ingin mengerek naik tarif di tujuh ruas tol, termasuk dalam kota. Rencana ini sudah disampaikan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Sesuai regulasi, tarif tol naik setiap dua tahun sekali disesuai dengan inflasi. Jadi, tujuh ruas itu sudah kami usulkan ke BPJT, " kata VP Divisi Operation Management Jasa Marga Raddy R Lukman di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Tujuh ruas yang diusulkan tarifnya naik, adalah Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa), Tol Cipularang, Tol Purbaleunyi, Tol Palikanci (Palimanan-Kanci), Tol Semarang ABC dan Tol Surgem (Surabaya-Gempol).

Kata Raddy, sebenarnya, ada tiga ruas lagi yang tarifnya harusnaik yakni Tol Jagorawi, Tol Janger (Jakarta-Tangerang) dan Tol JORR. "Tol Jagorawi dan Janger tidak diusulkan karena sudah disesuaikan bersamaan dengan program integrasi, sedangkan Tol JORR sedang dievaluasi oleh BPJT untuk kepentingan yang sama, " kata Raddy.

Ditanya berapa kenaikan tarif dari tujuh ruas tol tersebut? Dia mengatakan, sesuai data inflasi dua tahun terakhir, besaran kenaikannya sekitar 7%. "Ya plus minus sekitar tujuh persen, " kata Raddy.

Raddy menambahkan, proses persetujuan usulan kenaikan tarif tersebut didahului oleh evaluasi BPJT terhadap pemenuhan aspek Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada ruas tol tersebut. "Setelah semuanya ok, baru SK Tarif oleh Menteri PUPR dikeluarkan, " katanya.

Raddy berharap, SK kenaikan tarif sejumlah ruas tol tersebut tuntas bulan ini. "Karena jika mengacu sebelumnya per 1 November," katanya. [tar]

Komentar

 
x