Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 16:59 WIB

Pakar: Urusan Kopi, RI Seharusnya Ungguli Vietnam

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 09:09 WIB
Pakar: Urusan Kopi, RI Seharusnya Ungguli Vietnam
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jember - Pakar energi terbarukan Associate, Prof Maizirwan Mel dari International Islamic University Malaysia bilang, Indonesia berpeluang menjadi eksportir kopi dunia.

Alasan Maizirwan, kondisi geografis Indonesia memiliki banyak pegunungan, sangat cocok dijadikan perkebunan kopi. "Geografis ataupun iklim Indonesia masih sangat bagus untuk perkebunan kopi. Lahan-lahan subur terhampar sangat luas, sehingga saya yakin dengan sumber daya alam yang demikian bagus akan menghasilkan buah kopi yang berkualitas," kata Maizirwan dalam acara Jember International Coffee Conference (JICC) di aula lantai III Gedung Rektorat Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis (9/11/2017).

Maizirwan bilang, modal sumber daya alam yang bagus belum cukup. Perlu ditunjang sumber daya manusia yang mumpuni. Dalam hal ini, perguruan tinggi perlu memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan industri kopi nasional.

"Seperti halnya Universitas Jember yang kian serius dalam melakukan penelitian dan kajian terhadap kopi, agar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tentunya itu akan membuat industri kopi yang ada di Indonesia akan tumbuh pesat jika dikelola dengan serius," kata Maizirwan.

Ia menyayangkan posisi Indonesia yang masih berkutat di urutan empat penghasil kopi dunia. Berada di bawah Vietnam dan Kolombia. Padahal, dari sisi SDM, Indonesia seharusnya di atas Vietnam, sehingga penyebabnya kemungkinan pemerintah belum serius mengembangkan bisnis kopi itu.

"Berbeda dengan negara-negara lain yang pemerintahnya begitu serius dalam membantu masyarakat dan mereka tidak hanya membantu masyarakat menghasilkan kopi yang berkualitas, namun juga membantu agar kopi yang dihasilkan bisa diterima pasar ekspor," ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia JICC, I Dewa Ayu Susilawati mengatakan, Universitas Jember memiliki perhatian besar terhadap kopi rakyat, dan berkeinginan untuk berkontribusi memberi nilai tambah.

Sehingga, kopi rakyat menjadi lebih bernilai dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya.

"Potensi lain pada pengembangan kopi rakyat adalah diversifikasi produk dari limbah kopi dan limbah kopi yang mencapai 56 persen dari total produksi saat ini belum dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Konferensi kopi internasional diselenggarakan Universitas Jember bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Jember, Pemkab Bondowoso, serta PTPN XII yang digelar pada 9-11 November 2017 di Kampus Universitas Jember.

Tema utama JICC adalah coffee for social welfare, dengan subtema 1. Coffee for Biotechnology and Agriculture; 2. Coffee for Technology; 3. Coffee for Health; 4. Coffee for Social-Politic and Law; 5. Coffee for Culture and Humanities; 6. Coffee for Education; 7. Coffee for Economy, Creative Economy and Tourism. [ipe]

Komentar

 
x