Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 01:00 WIB

Airlangga Menanti Korsel Membangun Industri

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 11:12 WIB
Airlangga Menanti Korsel Membangun Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan sepakat menguatkan kerja sama industri dengan Indonesia. Fokusnya mengembangkan industri baik skala besar maupun kecil dan menengah.

"Presiden Moon tadi menyampaikan hal tersebut, karena selama ini Korea bekerja sama dengan Rusia, Jepang, dan China. Mereka sedang membuat kebijakan untuk bersinergi dengan ASEAN termasuk Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menghadiri Indonesia-Korea CEO Roundtable di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Pada forum diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini, dihadiri Presiden Korsel Moon Jae-in, pelaku industri kedua negara yang hadir berminat untuk saling meningkatkan kerja sama.

"Presiden Moon memberikan apresiasinya. Sektor industri yang potensial, antara lain baja, petrokimia, pakan ternak, tekstil, dan alas kaki," ujar Airlangga.

Dari pertemuan ini, Airlangga menyatakan, ada harapan besar bagi para pengusaha lokal mendapatkan mitra bisnisnya dari Negeri Ginseng tersebut.

"Beberapa pengusaha Korea tadi menceritakan pengalaman baiknya yang selama ini telah berinvestasi di Indonesia. Mereka melihat, dengan potensi anak muda Indonesia, mereka ingin menjadi partner dari perkembangan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Airlangga mengungkapkan, pihaknya terus mendorong realisasi investasi dari para pelaku industri Korea Selatan yang berkomitmen ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Misalnya, Lotte Chemical Titan yang akan berinvestasi sebesar US$3,5 miliar di Cilegon, Banten untuk memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak dua juta ton per tahun. Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lain.

Sebelumnya, Airlangga melakukan pertemuan dengan Chairman Lotte Group Dong Bin Shin beserta jajarannya. "Kami sepakat proyek ini dipercepat. Awalnya, konstruksi ditargetkan dimulai akhir 2018. Ada beberapa hal teknis yang perlu didukung, seperti pembangunan pelabuhan, infrastruktur, dan pemberian fasilitas tax holiday," tutur Airlangga.

Untuk sektor industri baja, pengusaha Korsel dan Indonesia akan bermitra dengan Jepang untuk membangun pabrik penghasil cold rolling mill, atau baja canai dingin. "Jadi, kerjasamanya antara Krakatau Posco dengan Nippon Steel, karena end user-nya di bawah Jepang untuk sektor otomotif. Target tahun 2019 sudah dimulai," kata Airlangga.

Di mana, PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan produsen baja terbesar asal Korea Selatan, Posco juga tengah mempercepat pembangunan proyek klaster 10 juta ton baja di Cilegon. Kapasitas produksi ini ditargetkan akan tercapai pada tahun 2025.

Selain itu, Krakatau Posco membangun fasilitas pemurnian dan peleburan baja (blast furnace). Pabrik tersebut di atas lahan 55 hektar di Cilegon, dan akan memproduksi 1,2 juta ton baja lebur. Perusahaan ini pun tengah merealisasikan pembangunan pabrik baja lembaran panas kedua dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun. [tar]

Komentar

 
x