Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:10 WIB

Minimalisir Kecelakaan KA, Kemenhub Lakukan Ini

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 14:09 WIB
Minimalisir Kecelakaan KA, Kemenhub Lakukan Ini
Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Eddy Nursalam - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berencana menutup enam perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Eddy Nursalam, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/11/2017), mengatakan, perlintasan sebidang Tubagus Angke JPL No 5 (dalam proses pembahasan) rencananya bakal ditutup pada 16 November 2017.

Selain itu, lanjut Eddy, perlintasan Demolen, perlintasan Kiara Condong (Akhir November), perlintasan Cimindi, perlintasan Lempuyangan (dalam tahap pembahasan), perlintasan Sentolo (Akhir November).

Sementara, penutupan cikal bakal perlintasan liar, yaitu normalisasi cikal bakal perlintasan liar di Daop 4 Semarang (PT KAI, Persero), normalisasi cikal bakal perlintasan liar di Daop 5 Purwokerto (PT KAI, Persero), normalisasi cikal bakal perlintasan liar di Daop 6 Yogyakarta (PT KAI, Persero).

Adapun, penutupan perlintasan sebidang untuk area Jabodetabek, ada 13 unit. Yakni, TB Simatupang JPL No 20c Lintas Manggarai-Bogor penutupan pada 15 Mei 2017, Pondok Kopi JPL No 63 Lintas Manggarai-Bekasi pada 28 April 2017, Jalan Pejompongan I JPL No 42 Lintas Tanah Abang-Serpong pada 7 April 2017, Pasar Minggu JPL No 20a Lintas Manggarai-Bogor pada 5 Mei 2017, Jatinegara JPL No 50 pada 26 Mei 2017.

Kemudian Jalan Letjen Suprapto 1 (Senen), KH. Hasyim Asyari JPL No 31 pada 6 Oktober 2017, Bandengan Utara JPL No 2 (KM 2+823) pada 28 September 2017, Bandengan Selatan JPL No 3 (KM 2+850) pada 28 September 2017, Angkasa I JPL No 14a pada 13 Oktober 2017, Angkasa II JPL No 14b pada 13 Oktober 2017. Kemudian, penutupan perlintasan sebidang Klender dan Depok.

Untuk Provinsi Jawa Tengah, ada tiga perlintasan sebidang yang telah ditutup, yaitu Kosambi, Klonengan dan Kretek. Daerah Istimewa Yogyakarta, ada satu perlintasan sebidang yang sedang dilaksanakan uji coba penutupan, yaitu Janti.

Selain penutupan perlintasan tersebut di atas, dalam waktu dekat kemenhub akan melaksanakan penutupan perlintasan sebidang, yaitu Sebelum melaksanakan penutupan perlintasan sebidang, pemerintah terlebih dahulu melaksanakan tinjauan lapangan dan koordinasi dengan stakeholder terkait serta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

Tidak hanya sekedar langkah penutupan perlintasan, Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah preventif/pencegahan berupa : Rakornis dengan menyertakan stake holder (Pemda, Ditjen Bina Marga, Dinas PU, Bappeda, Dinas Perhubungan dan Kepolisian), pelaksanaan sosialisasi keselamatan terkait perlintasan sebidang kepada masyarakat dan pelaksanaan FGD dengan menyertakan masyarakat.

Selain itu, saat ini, Pemerintah juga sedang melaksanakan revisi pembahasan PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan atau Persinggungan antara Jalur Kereta dengan Bangunan Lain.

"Penutupan perlintasan sebidang merupakan upaya kami dalam mewujudkan keselamatan dalam transportasi. Untuk itu berbagai langkah seperti penutupan perlintasan sebidang, penataan perlintasan menjadi tidak sebidang dengan membuat underpass atau flyover maupun pelaksanaan sosisalisasi kepada masyarakat terkait keselamatan perjalanan kereta api," katanya.

Dia mengatakan upaya yang telah dilaksanakan memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dan juga masyarakat, sehingga tidak hanya Kementerian Perhubungan saja yang berperan, tetapi semua pihak harus mendukung serta berperan aktif dalam mewujudkan keselamatan transportasi. [tar]

Komentar

 
x