Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 12:49 WIB
 

Inilah Usulan Naikkan Daya Beli dari REI DKI

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 10 November 2017 | 16:03 WIB
Inilah Usulan Naikkan Daya Beli dari REI DKI
Pengurus Real Estat Indonesia (REI) DKI, Intan Fitriana Fauzi - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Real Estat Indonesia (REI) DKI, Intan Fitriana Fauzi, menyebut salah satu langkah untuk menopang daya beli masyarakat adalah melalui penciptaan lapangan kerja yang bersifat padat karya. Dampaknya akan menyerap banyak tenaga kerja.

"Sekarang PNS tidak banyak menyerap tenaga kerja seperti dulu, konstruksi pun sama karena banyak menggunakan alat berat. Karena itu, pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan baru. Jika tidak maka pengangguran akan bertambah," ujar Intan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jum'at (10/11/2017).

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), daya beli masyarakat Indonesia melambat di triwulan III-2017 atau turun ke posisi 4,93 persen dibandingkan triwulan I-2017 yang mencapai 4,95 persen.

Menurut Intan, saat ini Indonesia sangat memerlukan penciptaan lapangan kerja baru. Pemerintah harus segera menggambil langkah jika ingin daya beli masyarakat membaik mengalami peningkatan.

"Jangan hanya berharap pengangguran kita bekerja menjadi ojek online semua. Mungkin efektif, tapi tidak untuk jangka panjang. Lalu, bagaimana pula dengan pengangguran terpelajar? Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah," kata dia.

Selain berupaya menaikan daya beli masyarakat, pemerintah juga harus menjaga daya tahan dunia usaha. Langkah ini penting agar para pengusaha bisa bertahan saat menghadapi situasi sulit saat ini.

"Jika daya tahan dunia usaha dan masyarakat terjaga maka pada gilirannya mampu menghidupkan roda perekonomian dengan menyerap produk-produk industri yang dihasilkan para pengusaha," ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah sehingga berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

Untuk itu, Intan meminta pemerintah memberi stimulir lewat kebijakan fiskal untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, selain memperluas realisasi program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), pemerintah juga harus mempercepat realisasi pemberian dana stimulus yang diarahkan untuk menambah penyerapan tenaga kerja.

Hal ini termasuk untuk membiayai proyek infrastruktur yang hasilnya dapat dirasakan langsung masyarakat. [hid]

Komentar

 
x