Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:01 WIB

Batubara Indonesia Ingin Kuasai Pasar China

Oleh : - | Selasa, 14 November 2017 | 15:18 WIB
Batubara Indonesia Ingin Kuasai Pasar China
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Batubara asal Indonesia siap mendominasi pasar China yang sedang membutuhkan pasokan energi besar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan industri.

"BPG berusaha agar konsumen industri, perusahaan pembangkit listrik hingga investor sektor pertambangan dan energi dari China bisa lebih memahami regulasi dan iklim usaha sektor pertambangan Indonesia," kata CEO PT Borneo Pasifik Global (BPG), Rendy Halim melalui keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

BPG mendapat kepercayaan mewakili Indonesia untuk pertama kali di coal expo terbesar (CCME) di China (Tiongkok).

CCME adalah pameran pertambangan batubara terbesar di China yang diadakan tiap dua tahun. Tahun ini, CCME mengambil tema, Intelligent Manufacturing, Leading the Future, diikuti hampir 400 perusahaan dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

Pertemuan tersebut menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan baik antara China dan Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan.

Di mana, calon pembeli dan investor dari China mendapatkan penjelasan terkait fluktuasi harga batu bara hingga jaminan transparansi dalam proses penambangan dan pengiriman komoditas tersebut.

Hal ini berguna untuk meningkatkan keyakinan bahwa bisnis antara China dengan Indonesia aman dan prospektif. Dan juga dukungan dari kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan China, guna memperkuat kenyamanan dan keamanan dalam sisi berbisnis.

"Respons market amat baik. Mereka terlihat antusias untuk memahami lebih jauh perdagangan batu bara di Indonesia. Melalui pameran ini kami ingin membuat hubungan perdagangan batu bara antara Indonesia dan China menjadi lebih baik lagi di segala aspek," ujar Rendy.

Di acara ini, BPG menampilkan beberapa produk batu bara andalan asal Indonesia, antara lain BPG 47 (NAR44), BPG 42 (NAR38), dan BPG 38 (NAR35). Produk-produk BPG dengan tingkat kadar sulfur yang sangat rendah di bawah 1%, cocok untuk memenuhi kebutuhan konsumen industri di China yang sangat peduli dengan kebersihan udara.

Batubara BPG dipasok dari produsen batubara yang memiliki tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Pada 2017, ekspor batubara Indonesia ke China menghasilkan devisa senilai US$1,68 miliar, atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya US$1,03 miliar.

Namun posisi Indonesia masih berada di bawah Australia yang pada tahun ini nilai ekspornya telah mencapai US$6,51 miliar.

Komentar

 
x