Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:07 WIB

Posisi 3 Dunia, Wisatawan RI Sudah Melek Digital

Oleh : - | Selasa, 14 November 2017 | 17:50 WIB
Posisi 3 Dunia, Wisatawan RI Sudah Melek Digital
Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelancong Indonesia ternyata banyak yang sudah melek digital. Di jagad ini, jumlah wisatawan Indonesia yang memanfaatkan platform digital nomir tiga. Wow.

Kalimat di atas itu, tentunya bukan mengada-ada. Berdasarkan survei Travelport, sebuah platform travel niaga berkelas dunia, menempatkan wisatawan Indonesia di posisi tiga di dunia. Di mana, wisatawan Indonesia banyak yang memanfaatkan sistem digital untuk merencanakan, memesan, dan melakukan perjalanan.

"Ini hasil survei terhadap wisatawan global dengan 11.000 responden di seluruh dunia," kata Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Mark bilang, survei wisatawan global ini, dilakukan terhadap mereka yang tahun lalu, perjalanan pulang-pergi minimal sekali, menggunakan transportasi udara.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa wisatawan Indonesia sangat menyukai dan menghargai pengalaman digital yang baik, yang disediakan oleh maskapai penerbangan.

Hal ini menunjukkan, wisatawan Indonesia gemar menggunakan alat digita. Saat merencanakan perjalanan, wisatawan Indonesia melakukan penelitian untuk membuat rencana perjalanan, 93% menggunakan video dan foto dari media sosial (rata-rata Asia Pasifik adalah 76%), 71% menggunakan pencarian suara atau voice search (kedua setelah Cina di 72%), dan 84% memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan profesional.

Mark juga menyebut, peringkat wisawatan digital tersebut mencakup peringkat wisatawan digital, yakni India, Cina dan Indonesia berada di puncak klasemen sebagai negara dengan pelancong paling bergantung pada alat digital di seluruh dunia.

Oleh karena itu, Mark menyebutkan, "Temuan ini menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. Kami mengidentifikasi, adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global senilai 7,6 triliun dolar AS ini, untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan."

Sektor pariwisata Indonesia sendiri, tambah Mark, bertumbuh 25,68% sepanjang 2017. Melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya. [tar]

Komentar

 
x