Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:31 WIB

Ada Apa di Balik Kerja Sama RI dan Vietnam?

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 14 November 2017 | 19:30 WIB
Ada Apa di Balik Kerja Sama RI dan Vietnam?
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia memaksimalkan potensi pasar Vietnam untuk mendorong ekspor dan rantai pasok tingkat regional. Ada keuntungan ganda dari langkah tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Vietnam memiliki perjanjian kerja sama langsung dengan Eropa dan Amerika Serikat. "Bagi Indonesia, Vietnam merupakan potensi pasar yang baik dengan penduduk hampir 95 juta dan ada beberapa perusahaan Indonesia yang sudah beroperasi di Vietnam. Sekitar 50 perusahaan, antara lain sektor makanan dan minuman, plastik, semen, serta pelumas," kata Airlangga dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Airlangga berharap, kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Selain itu, masing-masing pihak bisa saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhannya terutama di sektor industri.

"Indonesia dan Vietnam berkompetisi di sektor industri yang labor intensive. Tapi Indonesia mempunyai struktur industri yang lebih dalam, seperti sektor petrokimia, baja, dan resources based," tuturnya.

Menperin melihat, di tengah perekonomian Indonesia yang membaik, pelaku industri dalam negeri mulai berminat untuk ekspansi ke tingkat regional. Salah satu tujuannya adalah Thailand dan Vietnam.

"Dengan kombinasi investasi dan pasar yang baru tumbuh, Indonesia bisa manfaatkan potensi yang ada di Vietnam tersebut. Apalagi, Vietnam merupakan negara keempat terbesar dalam manufacturing value added terhadap PDB. Ini kesempatan untuk tumbuh bersama," paparnya.

Airlangga meyakini, kemitraan strategis Indonesia dan Vietnam dapat dilakukan dengan baik karena memiliki banyak kemiripan. Oleh karenanya, kedua negara perlu menjaga momentum untuk menuju pasar global dan mengisi pasar APEC.

"Kita punya tujuan bersama di dalam ASEAN pada tahun 2025, serta pasar pasifik di 2020. Dan harapannya, mendapat peluang terbuka untuk kita, tidak hanya untuk masing-masing negara," jelasnya. [ipe]

Komentar

 
x