Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 16:55 WIB

Pengamat: Golongan Pelanggan Listrik Terlalu Rumit

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 15 November 2017 | 11:01 WIB
Pengamat: Golongan Pelanggan Listrik Terlalu Rumit
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta- Pemerintah rencananya akan menghapus golongan pelangggan listrik non subsidi dibawah 5.500 VA. Rencana ini dianggap urgen lantaran penggolongan konsumen listrik PLN selama ini sangat beragam.

Penggolongan tarif listrik pelanggan di Indonesia mencakup 37 golongan tarif, terdiri: 13 golongan tarif Sosial; 7 golongan tarif Rumah Tangga; 6
golongan tarif Bisnis; 8 golongan tarif Industri; 7 golongan tariff Pemerintah; 3 golongan tarif lainnya.

"Beragamnya golongan tarif itu tidak hanya menyulitkan bagi PLN, tetapi juga membingungkan bagi Pelanggan dan Calon Pelanggan," kata Fahmy Radhi, Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada, saat berbincang dengan INILAHCOM di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Untuk hal ini,Fahmy membandingkannya dengan negara-negara ASEAN yang lain yang jauh lebih sederhana dan praktis ketimbang di Indonesia.

Misalnya saja, tarif listrik di Brunei Darusalam yang hanya terbagi dalam dua jenis yakni tarif A dikenakan bagi rumah tangga dan tarif B untuk komersial/industri.

Di Timor Leste, pelanggan yang menggunakan kWh meter, tarifnya dibagi hanya dalam 2 golongan. Tarif listrik di Thailand dibagi ke dalam 7 golongan. Singapura menerapkan 5 golongan tarif pelanggan listrik.

Di Vietnam, tarif listrik dibagi ke dalam 4 golongan tarif. Sedangkan, Filipina membagi ke dalam 6 golongan tarif.

Sementara itu,kata Fahmy, Malaysia merupakan negara yang menerapkan pembagian golongan tarif tenaga listrik yang tak kalah rumitnya dengan cukup rumit.

Akan tetapi, Malaysia hanya membagi golongan pelanggan menjadi 16 golongan saja, atau setengah dari total golongan pelanggan listrik di Indonesia. [hid]

Komentar

 
x