Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:23 WIB

Darmin Pede Raih Target Indeks Keuangan Inklusif

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 18 November 2017 | 15:16 WIB
Darmin Pede Raih Target Indeks Keuangan Inklusif
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah optimis bisa meningkatkan indeks inklusi keuangan masyarakat hingga 75% di 2019. Sesuai dengan target Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya pemerintah telah meresmikan Dewan Nasional Keuangan Inklusif menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

"Kita menetapkan target yang sangat ambisius, menjadi 75 persen di tahun 2019," ungkap Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan resminya kepada media di Jakarta Sabtu, (18/11/2017).

Guna mencapai target keuangan inklusif 75% di 2019, kata Darmin, diperlukan penambahan 51.822.431 penduduk dewasa yang terinklusi. Oleh karenya, pemerintah telah menetapkan lima pilar penyangga SNKI.

Pertama, Edukasi Keuangan. Kedua, Hak Properti Masyarakat yang konkretnya sudah berjalan dalam bentuk program sertifikasi lahan. Ketiga, Fasilitasi Intermediasi dan Saluran Distribusi Keuangan. Keempat, Perlindungan Konsumen. Kelima, Layanan Keuangan Pada Sektor Pemerintah.

"Untuk Layanan Keuangan Sektor Pemerintah, disini lebih banyak berperan Kemensos dan Bank Indonesia dimana Bank Indonesia melaksanakan perannya melalui sistem pembayaran," tutur Darmin.

Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, menyampaikan, selain menyiapkan pilar-pilar strategi penyokong SNKI, pemerintah pun telah menetapkan strategi percepatan pencapain target inklusi keuangan.

Strategi itu tertuang dalam bentuk inovasi keuangan yang dapat menjangkau seluruh masyarakat, perluasan layanan keuangan, peningkatan infratruktur yang mendukung inklusi keuangan dan peningkatan kesadaran dan literasi keuangan serta percepatan sertifikasi hak properti masyarakat yang dapat dijadikan agunan.

Iskandar berharap, peningkatan indeks keuangan inklusif Indonesia, ini dapat memberikan dampak positif khususnya agar masyarakat kecil dapat terangkat kesejahteraannya. "SNKI bukan hanya sekedar angka, tapi ini bertujuan lebih banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inklusi keuangan," tambah Iskandar. [ipe]

Komentar

 
x