Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:02 WIB

Hati-hati, Beredar Surat Pengangkatan CPNS Palsu

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 18 November 2017 | 17:00 WIB
Hati-hati, Beredar Surat Pengangkatan CPNS Palsu
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN&RB, Herman Suryatman - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, beredar surat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari K2 tahun 2017-2018 di masyarakat. Awas surat palsu bertujuan untuk menipu.

Ketika dikonfirmasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) menyebut surat tersebut adalah hoax. "Kami tegaskan, bahwa surat yang mengatasnamakan Kementerian PANRB perihal pengangkatan CPNS dari K2 tahun 2017-2018 adalah tidak benar atau palsu. Mohon waspada, itu modus penipuan," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN&RB, Herman Suryatman, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

Dalam surat itu dikatakan Komisi II DPR meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera melakukan validasi dan verifikasi kepada instansi pemerintahan untuk pengangkatan PNS Formasi K2 tahun 2017-2018.

Surat palsu yang beredar luas itu mencatut nama dan tandatangan Sekretaris Kementerian PAN&RB, Dwi Wahyu Atmaji dengan tembusan kepada Menteri PAN & RB Asman Abnur.

Dijelaskan, berdasarkan UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan bahwa pengangkatan CPNS dilakukan melalui proses seleksi. "Pengangkatan CPNS harus melalui seleksi. Tidak ada lagi pengangkatan otomatis tanpa tes," ujar Herman.

Herman pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak serta merta percaya jika ada informasi tentang pengangkatan CPNS. Masyarakat diminta untuk selektif menerima informasi, serta mencari kebenarannya di website resmi Kementerian PANRB www.menpan.go.id.

"Apabila ada pihak yang menjanjikan bisa membantu mengangkat menjadi CPNS dengan meminta sejumlah imbalan, patut diduga itu penipuan. Segera laporkan ke penegak hukum," tegas Herman. [ipe]

Komentar

 
x