Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:33 WIB

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Rotan ke Malaysia

Oleh : - | Sabtu, 18 November 2017 | 22:37 WIB
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Rotan ke Malaysia
(Foto: beacukai)
facebook twitter

INILAHCOM, Tarakan - Satgas Patroli Laut Bea Cukai Kalimantan BagianTimur, dalam Operasi Jaring Wallacea 2 berhasil menindak KLM ALA bermuatan rotan di kawasan perbatasan Indonesia -Sabah. Modus untuk mengelabui petugas dengan menggunakan dokumen pengangkutan antarpulau.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur Agus Sudarmadi, Sabtu (18/11/2017) mengungkapkan penindakan terhadap KLM ALA, itu diawali dari informasi intelijen yang diperoleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai akan adanya kapal bermuatan rotan yang berangkat dari Banjarmasin.

"Pada 2 November 2017, Satgas Patroli Laut Bea Cukai memperoleh informasi akan adanya kapal dengan muatan rotan yang berangkat dari Basirih, Banjarmasin yang diduga akan menuju keTawau, Malaysia," ungkapAgus.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Satgas Patroli Laut Bea Cukai memperketat patroli di perairan Selat Sulawesi, Tarakan, serta Nunukan. Patroli laut yang dilakukan Satgas Patroli Laut Bea Cukai membuahkan hasil, di mana pada 7 November 2017 pukul 23.45 WITA, Satgas Patroli Laut Bea Cukai menemukan kapal KLM ALA yang merupakan target operasi di perairan internasional perbatasanantara Indonesia-Sabah.

"Petugas dengan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30006 melakukan pengejaran dan berhasil menindak/menegah kapal tersebut di perairan dekat perbatasan Indonesia Sabah, Malaysia," ujarAgus.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Satgas Patroli Laut Bea Cukai, didapati barang bukti berupa rotan sekitar 1.855 bundle dengan berat mencapai 107.200 Kilogram. Tidak hanya itu, Satgas Patroli Laut Bea Cukai juga berhasil membongkar modus para pelaku yang menggunakan dokumen surat persetujuan berlayar dengan tujuan Bitung, Sulawesi Utara.

Dari informasi yang diberikan oleh nahkoda KM ALA diketahui bahwa kapal tersebut berencana untuk menyelundupkan rotan keTawau, Sabah, Malaysia. Potensi kerugian yang timbul mencapai lebih dari Rp857 juta. Satgas Patroli Laut Bea Cukai kemudian membawa barang bukti, dan pelaku ke Kantor Bea Cukai Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai ini merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap industri dalam negeri dan masyarakat akan kebutuhan pasokan rotan dalam negeri.[*]

Komentar

 
x