Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:21 WIB

Mati Suri, Merpati Menanti Pinangan 2 Investor

Oleh : Uji Sukma Medianti | Minggu, 19 November 2017 | 14:45 WIB
Mati Suri, Merpati Menanti Pinangan 2 Investor
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) tengah dijajaki ihwal pinangan dua investor yang hendak mengambil alih saham. Nasib perusahaan BUMN penerbangan itu, berada di ujung tanduk.

Sebelumnya, pada Agustus 2017 lalu, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro, menyebut Merpati merupakan salah satu perusahaan yang merugi dari 24 BUMN. Saat ini, Merpati sudah tidak beroperasi lagi.

GM Business Advisory & Asset Management PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Ardian Pratama mengatakan, ada dua calon investor yang secara periodik terus bertanya mengenai progres ambil alih saham Merpati.

"Sampai hari ini, ada dua investor yang kontak secara periodik ke kita menanyakan kapan program divestasi dimulai," kata Ardian dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

Ia menilai, dua calon kandidat tersebut merupakan mitra strategis yang potensial serta serius ingin memiliki Merpati, sebab satu calon investor selalu menanyakan progres Merpati setiap enam bulan sekali, sebaliknya calon lainnya setiap tiga bulan.

"Mereka adalah investor yang potensial dan kami tinggal menunggu arahan dari Kementerian BUMN," ujarnya.

Saat ini, Merpati masuk dalam program Revitalisasi dan Restrukturisasi PPA. Suntikan dana untuk BUMN aviasi perintis tersebut sampai akhir September 2017 mencapai Rp604,2 miliar.

Sementara itu, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro menuturkan, dari 24 BUMN yang merugi, selain Merpati ada 8 BUMN yang sudah dalam level 'sakit' lain.

Beberapa di antaranya, PT Kertas Leces (Persero), PT Pengembangan Armada Nasional (Persero), dan PT Iglas (Persero). [jin]

Tags

Komentar

 
x