Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:26 WIB

Akademisi Kupas Peran Penting UMKM di Asia Pasifik

Oleh : - | Senin, 20 November 2017 | 02:09 WIB
Akademisi Kupas Peran Penting UMKM di Asia Pasifik
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya bakal menggelar seminar internasional tentang pemberdayaan ekonomi UMKM di kawasan Asia Pasifik.

Dalam seminar internasional yang diagendakan berlangsung 28-29 November 2017, dihadiri sejumlah akademisi dan praktisi serta pejabat pemerintahan. Diantaranya, Director of PGRC and Brishbane Capital Investment, M Rusydi; Assoc Prof Dr Abdul Razak Abdul Hadi (Head of Professional Service and Internationalization at University Kuala Lumpur Business School), Prof Christopher Selvarajah (Profesor of International Businsess at the Faculty of Business and Enterprise at Swinburne University in Melbourne).

Hadir pula Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, serta Direktur Utama Bursa AEfek Indonesia (BEI) Tito Sulistio.

Menurut Ketua Steering Committee Seminar Internasional, Prof Margono Setiawan, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting di kawasan Asia Pasifik.

Karena, kelompok usaha ini meliputi lebih dari 90% dari seluruh bisnis di kawasan ini. Serta mempekerjakan 60%-80% angkatan kerja. Hanya saja, kontribusinya masih perlu ditingkatkan untuk mendukung kinerja ekspor.

"Asia Pasifik menjadi kawasan yang paling dinamis yang akan menjadi penentu perkembangan global, dimana peran UMKM di Asia maupun Pasifik akan semakin penting diberdayakan ke depan," kata Margono.

Menurut Margono, kegiatan seminar internasonal ini merupakan bentuk dari kontribusi aktif dari dunia akademisi untuk pembangunan bisnis global terutama dalam rangka pemberdayaan dunia usaha UMKM di Indonesia agar dapat dilahirkan pebisnis UMKM yang tangguh di era baru ini.

Di Indonesia sendiri, lanjut Margono, sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dan telah menciptakan lapangan kerja sebanyak 107,6 juta orang.

Dia berharap seminar internasional bertajuk "Empowering Management Pracices and Sustainable Business for Micro, Small and Medium Enterprises" ini, bisa memberikan berbagai solusi mengatasi berbagai kendala yang ada.

Sementara, Ketua Organizing Committee Dr (Kan) Iqbal Alan Abdullah, MSc, CMMC menyebut, UMKM hingga saat ini masih dihadapkan kepada kendala klasik. Misalnya, manajemen, pembiayaan, miskinnya inovasi serta kemampuan akselerasi terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat saat ini.

"Jadi tantangan yang kita hadapi sangat besar terutama bagaimana agar UMKM kita semakin kuat, dan inovatif dalam mengatasi persoalan maanjemen, keuangan atau pendanaan, pemasaran, bagaimana memulai bisnis, perpajakan, perdagangan di perbatasan, dan lainnya," ujar Iqbal.

Seminar ini, begitu Iqbal, akan mensinergikan pengetahuan dari dunia akademik dengan praktisi dari dunia bisnis dalam rangka pengembangan UMKM. [tar]

Tags

Komentar

 
x