Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:22 WIB

Hari Sawit Indonesia

Ironis, Jumlah Sertifikat ISPO Masih Secuil

Oleh : - | Senin, 20 November 2017 | 11:12 WIB
Ironis, Jumlah Sertifikat ISPO Masih Secuil
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Pemerintah kembali menargetkan penerbitan 376 sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tahun ini. Sebelumnya, sudah diterbitkan 306 sertifikat ISPO.

"ISPO merupakan kewajiban agar tujuan membuat sawit Indonesia berkelanjutan tercapai," ujar Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian, Bambang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/11/2017).

Bambang berada di Medan guna menghadiri peringatan Hari Sawit Indonesia yang jatuh pada 18 November. Dalam acara ini diwarnai Deklarasi Dewan Sawit Indonesia (DSI) yang sebelumnya bernama Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

Menurut dia, dengan semua perusahaan dan petani mengantongi ISPO maka diharapkan tekanan terhadap sawit Indonesia bisa terus berkurang bahkan tidak ada lagi.

Dengan langkah untuk mendapatkan ISPO, maka diharapkan tidak ada lagi celah bagi negara asing khususnya Eropa untuk menyudutkan sawit Indonesia.
"Kalaupun ada RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), ISPO adalah kewajiban," katanya.

Dia mengakui, khususnya petani sulit memenuhi ketentuan ISPO sehingga peran perusahaan juga sangat besar untuk membantu.

Apalagi, kata dia, areal lahan sawit petani juga cukup besar atau 4,7 juta hektare dari total lahan sawit Indonesia yang seluas 11, 9 juta hektar. "Jumlah penerima ISPO yang sebanyak 306 itu masih sangat sedikit dibandingkan dengan luasan sawit secara nasional yang 1,88 juta hektare," katanya.

Produksi crude palm oil (CPO) yang sudah mendapat ISPO yang sebanyak 8,15 juta ton itu juga sangat kecil dari total produksi Indonesia yang sebanyak 33,2 juta ton. "Jadi penerima ISPO harus terus ditingkatkan apalagi memang sudah menjadi kewajiban," katanya.

Ketua DMSI, Derom Bangun menyebutkan, pekerjaan rumah Indonesia untuk membuat sawit diterima asing memang masih banyak.

Oleh karena itu, ujar Derom, adanya peringatan Hari Sawit Indonesia bisa membuat semua secara bersama-sama membicarakan nasib sawit ke depannya untuk bisa lebih baik. Perubahan DMSI menjadi DSI juga bertujuan untuk semakin memperluas tugas untuk memperbaiki sawit Indonesia ke depannya. [tar]

Komentar

 
x