Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 12:49 WIB
 

Kelesuan Masih Ancam Ekonomi ke Depan

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 20 November 2017 | 12:35 WIB
Kelesuan Masih Ancam Ekonomi ke Depan
Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, A Tony Prasetiantono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada, A. Tony Prasentiantono memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan masih tumbuh stagnan di level 5%.

Hal ini terjadi lantaran masih adanya kelesuan ekonomi dalam negeri. "Perekonomian Indonesia masih tumbuh pada kisaran 5% karena kelesuan ekonomi sebagai dampak ketidakpastian serta agresitivitas pajak yang menyebabkan konsumen cenderung mengerem konsumsi," kata Tony dalam seminar bertajuk 'Sailing Thourgh Economic and Political Tide' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (20/11/2017).

Pada 2018 nanti, Tony memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sampai 5,3%. Alasannya beberapa indikator seperti stabilitas harga komoditas, stabilitas nilai tukar rupiah, peningkatan investasi, capital inflows dan inflasi yang tetap rendah. "Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari 5,3% belum memungkinkan karena faktor VUCA yang cukup kuat," katanya.

Tony memprediksi pertumbuhan ekonomi di lndonesia masih bisa meningkat ke level 6-7% di kemudian hari. Apalagi saat ini pemerintah tengah giat membangun infrastruktur yang dampaknya baru dapat dirasakan jangka panjang.

"Perkembangan nilai lndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini juga menunjukan optimisme pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia," ujarnya. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x