Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:20 WIB

Potong Rantai Distribusi TTI Jual Beras Rp8.000/kg

Oleh : Doni Ramdhani | Senin, 20 November 2017 | 10:13 WIB
Potong Rantai Distribusi TTI Jual Beras Rp8.000/kg
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAH, Bandung - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian fokus pada sistem pasokan dan rantai distribusi bahan pangan pokok. Komoditas yang dijaga kestabilan harganya yakni beras.

Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan pihaknya bisa memotong rantai distribusi. Pemangkasan tersebut berdampak positif terhadap harga jual beras di pasar. Program utama yang dijalankan yakni Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Untuk program tersebut, se-Indonesia tersebar 900 PUPM dan 2.500 TTI.

"Dengan banyaknya TTI ini, konsumen bisa membeli beras medium seharga Rp8.000/kg. TTI bisa bisa memangkas dari tujuh tahap menjadu tiga tahap rantai distribusi. Makanya, harga di pasar lebih terjangkau," kata Agung saat berkunjung ke Gapoktan Mekar Jaya Baleendah, Kabupaten Bandung, Ahad (19/11/2017).

Menurutnya, dengan pemangkasan rantai distribusi di hulu tersebut kini harga jual beras tak lagi dikendalikan pedagang. Namun, banderol harga itu ditentukan Gapoktan yang menerima bantuan program PUPM. Gapoktan melepas beras seharga Rp7.700/kg ke TTI.

Agung menyebutnya, pada 2018 pihaknya memasang target akan mendirikan 500 PUPM. Kondisi idealnya, setiap satu PUPM itu memasok beras ke dua TTI.

Disinggung mengenai pasokan beras pada penghujung tahun ini, dia menegaskan stok tersebut relatif aman. Bahkan hingga awal tahun 2018 mendatang. Pasalnya, pada November-Desember tahuni ni akan ada panen di lahan seluas 1 juta ha. Setidaknya, panen tersebut bisa memasok gabah sekitar 2,6-2,7 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Dewi Sartika menyebutkan se-Jabar terdapat sekitar 200 Gapoktan penerima program PUPM. Sejauh ini, di Tatar Pasundan ini terdapat 189 TTI.

"Jumlah TTI di kita masih kurang. Ke depan kita dorong penambahan TTI dan menambah modal ke petani melalui APBD dan BJB (Bank Jabar Banten) melalui Kredit Cinta Rakyat," ujarnya.

Sementara itu Ketua Gapoktan Mekar Jaya Asepullah mengatakan pihaknya membeli gabah kering dari petani seharga Rp6.200/kg. Dengan harga pokok tersebut, pihaknya menjual beras ke TTI seharga Rp7.700/kg.

Sejak Mei lalu, kapasitas produksi Gapoktan ini mencapai 41,125 ton beras. Targetnya, hingga Desember mendatang pihaknya bisa menghasilkan 50 ton beras yang dijual ke TTI. "Dengan adanya TTI ini, bisa membuka akses pasar dan jaringan bisnis yang lebih luas. Sejauh ini, pembayaran relatif lancar dan kita bisa kirim 20 ton beras/bulan," ujarnya.

Asepullah mengaku, dengan adanya program PUPM dan TTI ini sebenarnya menguntungkan para petani. Gapoktan Mekar Jaya beranggotakan 13 kelompok tani dengan jumlah anggota mencapai 650 orang petani. Gapoktan yang berada di Kampung Rancamanuk RT 02/13 Kelurahan Warga Mekar Kecamatan Baleendah ini memiliki area garapan seluas 360 ha.

Selain memasok TTI di Jabodetabek, Gapoktan Mekar Jaya pun membuka TTI lokal sebanyak tiga gerai. Yakni, TTI E Yamah di Kampung Rancamanah Kelurahan Wargamekar, TTI Ayi di Kampung Cikawung Kelurahan Wargamekar, dan TTI Ali Imron di Desa Manggahan. Selain itu, Gapoktan ini pun memasok beras ke TTIC Jabar yang berlokasi di Ruko Residence A-10 Jalan Padasuka Kota Bandung.

Baban (35), pedagang TTI E Yamah menyebutkan di warungnya beras dijual seharga Rp8.000/kg. Beras medium tersebut dijual dengan kemasan 2 kg dan 5 kg. "Saya ngambil beras dari Gapoktan seharga Rp7.200 dan dijual Rp8.000/kg. Dalam sebulan, saya bisa menjual sebanyak 2 ton. Animo masyarakat dengan adanya beras ini relatif bagus. 80% warga di sini beli beras ke sini," ucapnya seraya menyebutkan warga yang membeli beras lebih dari 5 kg itu barangnya bisa diantar ke rumah. (jul)

Komentar

 
x