Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 10:54 WIB
 

Inflasi Stabil, Bos BI Ogah Turunkan Suku Bunga

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 08:09 WIB
Inflasi Stabil, Bos BI Ogah Turunkan Suku Bunga
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) belum akan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate (7DRR) dari level 4,25%. Padahal, inflasi diklaim sudah stabil.

"Kalau sekarang 4,25 persen itu sudah cukup rendah dan itu sudah cukup mendorong investasi," kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Menurut dia, bank sentral telah menurunkan tingkat suku bunga sebanyak delapan kali, totlnya sebesar 2% sejak Januari 2016. Meski Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga tiga kali dan rencana Desember 2017, suku bunga AS kembali dikerek.

Penurunan hingga delapan kali itu, kata Mirza, terjadi karena ekonomi makro bisa dikendalikan dengan baik. Karena, inflasi saat ini bisa direm hingga berada di bawah 4%. "Suku bunga sangat berkaitan dengan inflasi. Tidak bisa kami bicara turunkan suku bunga tanpa menurunkan inflasi, bukan berarti turunkan inflasi sesaat tetapi harus permanen," ucap Mirza.

Mirza memerkirakan, hingga tutup 2017, inflasi berada di rentang 3,0%-3,5%, atau sama dengan inflasi 2016 yang mencapai 3,0% dan 2015 sebesar 3,3%. "Artinya tiga tahun terakhir berturut-turut bisa mengendalikan inflasi pada level yang rendah," kata Mirza.

Selain inflasi yang terkendali, penurunan suku bunga acuan dapat dilakukan saat defisit ekspor dan impor, barang atau jasa dapat dikendalikan sekitar 1,7%-1,8% dari produk domestik bruto (PDB). Atau tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal II-2013 yang sempat mencapai 4,2% dari PDB.

Mirza meramalkan, tahun depan, defisit ekspor dan impor barang & jasa berada di kisaran 2%-2,3% dari PDB. Di mana, kondisi ini dinilai masih sehat. "Pemerintah mengendalikan fiskal anggaran juga sangat dan mengendalikan utang luar negeri terhadap PDB yang hanya 34 persen, itu yang membuat kami bisa menurunkan suku bunga," kata Mirza. [tar]

Komentar

 
x