Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:22 WIB

Kemenperin Sesumbar Ekspor Mebel US$2 Miliar

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 09:09 WIB
Kemenperin Sesumbar Ekspor Mebel US$2 Miliar
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Solo - Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor mebel dan kerajinan naik hingga US$2 miliar pada 2018. Atau setara Rp2,6,6 triliun (kurs Rp13.300/US$). Semoga bukan pepesan kosong saja.

"Kami berharap target nilai ekspor mebel dan kerajinan 2018 mencapai dua miliar dolar AS atau meningkat dibanding tahun ini, 1,06 miliar dolar AS, sehingga 2019 dapat mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/11/2017).

Menurut Gati, acara peluncuran rumah mebel dan kerajinan bertema KIMKAS sebagai gerbang memenangkan persaingkan global di gedung Bakorwil II Surakarta, Banjarsari, Solo itu, merupakan promosi, peningkatan daya saing dan produksivitas.

Gati mengatakan, ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada 2015 mencapai US$1,21 miliar, dan 2016 longsor menjadi US$1,04 miliar.

Penurunan ekspor itu, disebabkan beberapa hal, antara lain ketersediaan bahan baku. Saat ini, kemenperin bekerja sama dengan Perhutani untuk mempemudah perolehan bahan baku. Kendala lainnya adalah overlaping beberapa regulasi dan meminta pemprov, pembab dan pemkot mempermudah perizinan. "Selain itu, kurangnya promosi produk," paparnya.

Gati bilang, perlu langkah strategis untuk penyelesaikan segala permasalahan yang sudah disebutklan tadi. Jadi kapabilitas Indonesia dalam memproduksi mebel dan kerajinan sudah tersohor di mata dunia.

Namun, kata dia, tidak hanya aspek produksi dari kualitas produk yang mempengaruhi nilai ekspor dari pada produk, tetapi juga bagaimana aspek promosi yang tidak cukup hanya secara daring saja.

"Kami mempunyai program yang namanya e-Smart IKM sudah kerja sama dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk menggelar workshop yang berguna bagi IKM," katanya.

Menurut dia, ternyata pemasaran produk dengan online saja tidak cukup, sehingga dengan pemasaran offline tetap harus dilakukan karena pembeli harus melihat langsung bagaimana barangnya dan kualitasnya.

Oleh karena itu, kata dia untuk meningkatkan promosi dari hasil produksi HIMKI tersebut dibuat KIMKAS dan pemerintah memberikan fasilitas adanya rumah mebel dan funiture yang ada di Banjarsari Solo ini.

"Kami apresiasi inisiatif dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kota, asosiasi, perbankan, dan Perhutani yang ikut serta di dalam mempermudah IKM memperoleh bahan baku." katanya.

Pihaknya berharap dengan dengan adanya pembentukan rumah mebel dan kerajinan di Banjarsari ini, dapat meningkatkan koordinasi dan kerja sama seluruh stakeholder agar supaya terus berupaya mengisi potensi peluang pasar ekspor serta dalam negeri yang cukup luas.

Ketua HIMKI Surakarta, Adi Dharma Santoso mengatakan, pasar ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke Amerika Serikat, sudah lama. HIMKI Surakarta, kini tengah membidik pasar baru untuk meningkatkan ekspor mebel dan kerajinan ke Afrika dan Amerika Selatan.

Menurut Adi, ekspor mebel dan kerajinan dari Solo dan sekitarnya ke Amerika itu, hampir 50%. Sisanya dikirimkan ke Eropa, Asia dan Australia. Nilai ekpor mebel dan kerajinan asal Jateng mencapai US$700 juta per tahun. [tar]

Komentar

 
x