Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:28 WIB

KPPU ke Perancis, Bukan Kunjungi Kantor Aqua

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 14:38 WIB
KPPU ke Perancis, Bukan Kunjungi Kantor Aqua
Ketua KPPU M Syarkawi Rauf - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam lima tahun ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) fokus menangani persaingan bisnis tak sehat di sektor pangan.

"Kami sudah banyak menangani kasus. Pangan ada kasus kartel ayam, kartel sapi, kartel bawang putih. Komoditas lain kartel Yamaha dan Honda. Ada juga dugaan yang dilakukan perusaahaan ban mobil di Indonesia. Dan terakhir ada dugaan pelanggaran Persaingan Usaha yang dilakukan Aqua," papar Ketua KPPU M Syarkawi Rauf di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Ketika ditanya seputar dugaan pelanggaran pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa, dirinya tak mau banyak komentar. "Saya tidak berkompetenen memberi komentar karena prosesnya masih berjalan. Nanti saja tunggu sampai selesai prosesnya," tandas Syarkawi.

Terkait rencana kunjungan KPPU ke Perancis, sempat berhembus kabar tak sedap. Bahwa, kunjungan ini ada kaitannya dengan kasus Aqua yang sedang digarap KPPU, buru-buru dibantahnya.

Syarkawi bilang, kunjungan ke Peransic dilakukan KPPU berama DPR dalam rangka amandemen UU No 5 Tahun 1999 tentang Anti Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tak Sehat.

"Itu dalam rangka amandemen UU, kami mendampingi untuk melakukan studi banding ke beberapa negara di Eropa. Saya enggak tahu persis teknisnya, karena mereka yang menganggarkan perjalanan itu," kata Syarkawi.

Menurutnya, pemerintah bersama DPR, dalam menyusun UU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha, perlu meniru Eropa. "Tapi, ini penting karena UU Persaingan Usaha kita diimpor dari sana, jadi kita mencoba mempelajari UU dari mereka yang penerapannya sudah lebih maju," lanjut Syarkawi.

"Jadi, enggak ada agenda ke Aqua. Lagipula yang kita proses Aqua di dalam negeri. Enggak ada hubungan dengan Aqua di luar negeri. Di Paris agenda kita hanya ke OECD, organisasi kerja sama pembangunan ekonomi. Kami sudah bolak-balik ke sana menjadi negara observator," ungkapnya. [tar]

Komentar

 
x