Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 13:57 WIB
 

Meeting IMF & WB 2018 di Bali Membawa Berkah?

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 15:16 WIB
Meeting IMF & WB 2018 di Bali Membawa Berkah?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali, 8-14 Oktober 2018, memberi manfaat ekonomi US$100 juta. Hanya saja, anggaran acaranya cukup mahal.

"Itu benefit untuk jangka pendek selama sekitar seminggu tetapi jangka panjangnya semua akan kenal dengan Indonesia dan mereka akan datang untuk berinvestasi," kata Ketua Satuan Tugas Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 Peter Jacobs di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Menurut Peter, Indonesia akan mendapatkan keuntungan itu karena para delegasi akan menghabiskan uangnya untuk memenuhi kebutuhan selama di Bali termasuk kegiatan wisata yang dilakukan bersama anggota keluarga.

Dia menjelaskan, perkiraan angka benefit tersebut didapatkan setelah BI melakukan penghitungan kepada sekitar 17 ribu orang delegasi dari 189 negara di dunia yang dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

Mengingat Bali merupakan destinasi wisata dunia, lanjut dia, maka delegasi juga akan membawa serta anggota keluarganya untuk sekaligus berlibur sehingga kebutuhan akomodasi penginapan, buah tangan, wisata dan kebutuhan lainnya.

Peter menyebutkan dari hasil promosi yang dilakukan Kementerian Pariwisata RI di Washington DC Amerika Serikat, sudah ada sekitar 4.000 orang yang mendaftar untuk ikut ur wisata di sela-sela rangkaian pertemuan tahunan itu.

Dia juga mengatakan bahwa sebagian besar hunian hotel yang berada di sekitar kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, sudah penuh pemesanan padahal acara tersebut berlangsung tahun depan.

"Kami tidak mau tidak hanya menjadi tuan rumah menyediakan sarana untuk pertemuan tapi harus ada manfaat dari pertemuan itu," ucapnya.

Pihaknya mengharapkan setelah pertemuan tersebut akan menarik investasi dan perdagangan ke Indonesia karena yang hadir dalam pertemuan ekonomi terbesar di dunia itu juga dihadiri oleh pengusaha dan petinggi perusahaan dari seluruh dunia.

Pertemuan utama tahunan IMF dan Bank Dunia dijadwalkan berlangsung 12-14 Oktober 2018 namun akan didahului dengan sejumlah agenda lain seperti seminar dan pertemuan lain yang membahas perkembangan ekonomi dunia.

Tidak hanya dihadiri para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara di dunia, pertemuan itu juga dihadiri para petinggi perusahaan dan pengusaha kaya dan lembaga keuangan internasional.

Peter menambahkan Indonesia merupakan negara keempat di kawasan ASEAN yang menjadi tuan rumah pertemuan IMF dan Bank Dunia setelah sebelumnya digelar di Filipina tahun 1976, Thailand tahun 1991, Singapura 2006 dan Indonesia pada Oktober 2018.

"Setelah selama 20 tahun mengalami krisis, Indonesia kini menjadi negara ekonomi maju dan memiliki daya tahan, ekonomi progresif. Ini momentum dan harus disuarakan ke dunia bahwa Indonesia negara dengan ekonomi yang maju," ucap Peter Jacobs.

Sementara itu terkait kesiapan di Bali, Peter mengatakan pemerintah daerah, pelaku usaha termasuk masyarakat sudah sangat siap karena sudah terbiasa menjadi tuan rumah untuk kegiatan akbar berskala dunia.

Pembangunan sejumlah infrastruktur kini tegah dikebut untuk mendukung kegiatan tersebut di antaranya pembangunan jalan terowongan atau "underpass" di simpang Bandara Ngurah Rai untuk memperlancar arus lalu lintas dari Denpasar-Bandara Ngurah Rai-Kuta dan Nusa Dua.

Selain itu rencana pengembangan Bandara Ngurah Rai di antaranya perluasan apron untuk parkir pesawat berbadan besar guna mengakomodasi pesawat para delegasi seluas 84 hektare dengan cara reklamasi, rencana pembangunan pelabuhan marina di Pelabuhan Benoa, Denpasar serta pengelolaan sampah di TPA Suwung, Denpasar.

Okelah, diasumsikan penilaian keuntungan dari BI itu benar. Bahwa pertemuan IMF dan World Bank (WB) di Bali membawa keuntungan US$100 juta. Atau setara Rp1,33 triliun (kurs Rp13.300/US$).

Namun jangan lupa, biaya yang harus dikeluarkan negara untuk menggelar acara itu tidaklah murah. Anggarannya mencapai Rp868 miliar. Jadi memang benar ada keuntungan, tapi tidak besar-besar amat.[tar]

Komentar

 
Embed Widget

x