Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:57 WIB

Hotspot Turun Drastis, Penanganan Karhutla Sukses

Oleh : - | Selasa, 21 November 2017 | 18:15 WIB
Hotspot Turun Drastis, Penanganan Karhutla Sukses
(Foto: Humas KLHK)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pantauan hotspot kembali menurun drastis pada provinsi-provinsi rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA, tahun 2017 tercatat pada Juli 558 titik, Agustus 551 titik, September 661 titik, Oktober 199 titik, sementara November hingga hari ini hanya 31 titik. Begitupun dari pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level 80% atau lebih, tahun 2017 tercatat pada Juli 74 titik, Agustus 553 titik, September 793 titik, Oktober 509 titik. Sementara November hingga hari ini hanya 126 titik.

Jika dilihat trend hotspot pada 2017 mengalami jumlah tinggi pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, dengan puncaknya di bulan September.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan, hal tersebut disebabkan kondisi cuaca yang cukup kering sehingga rentan terjadi Karhutla, khususnya pada area-area gambut seperti yang ada di provinsi-provinsi rawan.

"Oleh karena itu, peningkatan intensitas upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dioptimalkan pada bulan-bulan kering tersebut. Ini dilakukan agar tidak terjadi kebakaran yang besar dan luas, apalagi sampai berdampak pada munculnya bencana asap," jelasnya.

Raffles juga menambahkan, provinsi-provinsi rawan ini menjadi prioritas untuk dilakukan upaya pengendalian Karhutla, seperti Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla, sosialisasi dan kampanye, pengaktifan posko-posko siaga di daerah, dan pemadaman dini.

"Peningkatan koordinasi antar instansi serta peran serta masyarakat menjadi kunci penting dalam pengendalian karhutla. Selain delapan daerah rawan tersebut, wilayah-wilayah lain juga tidak luput dari dari perhatian. Seperti wilayah Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua yang juga berpotensi timbulnya karhutla," tuturnya. [*]

Komentar

 
x