Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:33 WIB

Menkeu Curhat Dilema Kejar PDB 5,4% di 2018

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 22 November 2017 | 12:44 WIB
Menkeu Curhat Dilema Kejar PDB 5,4% di 2018
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin ekonomi bisa tumbuh 5,4% tahun depan, apabila konsumsi bisa tumbuh 5%, dan investasi bisa bertahan pada 7%.

"Ini pertumbuhan yang akan tetap terjaga. Kita tetap optimis (ekonomi tumbuh 5,4%) apabila konsumsi tetap tumbuh 5%, dan investasi akan bertahan," jelas Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Dia mengatakan,pada tahun 2018 pemerintah mengeluarkan kebijakan penting dalam APBN 2018. Karena, selain tetap fokus dalam membiayai infrastruktur, pemerintah juga menambah anggaran sumber daya manusia.

"Investasi di bidang pendidikan dan kesehatan (tadinya) 2% (tahun depan) ditambah jadi 5% itu jadi penting," ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan Bank Dunia menyebut jika Vietnam dan Indonesia sama-sama memiliki konsentrasi di bidang pendidikan, akan tetapi hasilnya berbeda. "Ini menggambarkan fenomena mengenai pendidikan dan kesehatan bukan hanya soal uang," tuturnya.

"Belanja pendidikan mencapai Rp440 triliun, belanja kesehatan Rp105 triliun. Keduanya dikombinasikan, belanja langsung ke masyarakat itu Rp600 triliun," jelasnya.

Kata Sri Mulyani, angka itu lebih besar. Namun orang-orang lebih fokus untuk menyoroti infrastruktur. "Masyarakat Indonesia punya hak kesehatan dengan anggaran yang reasonable, dan apa manusia Indonesia memiliki kemampuan educated? Indonesia itu akses pendidikannya top, tapi apa di sekolah mereka belajar, that is the problem," terangnya.

Dalam hal APBN 2018, Sri Mulyani mengaku juga harus mengenali risiko ekonomi buruk yang terjadi. "Kita bersama Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan OJK dari sisi finansial sektor berharap seluruh neraca lembaga keuangan akan terus memiliki ketahanan," tuturnya. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x