Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:47 WIB

CIPS: Maksimalkan Ekspor Komoditas Unggulan

Oleh : - | Kamis, 23 November 2017 | 15:00 WIB
CIPS: Maksimalkan Ekspor Komoditas Unggulan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Center of Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan pemerintah terkait perdagangan internasional bisa memaksimalkan ekspor untuk komoditas pilihan.

"Indonesia sebaiknya memaksimalkan ekspor pada komoditas-komoditas yang memang menjadi kelebihannya," kata Kepala Peneliti CIPS, Hizkia Respatiadi di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Menurut Hizkia, sejumlah komoditas pilihan yang menjadi kelebihan Indonesia itu antara lain adalah kopi, mengingat saat ini juga terjadi peningkatan konsumsi kopi global.

Selain itu, ujar dia, CIPS juga mendorong pemerintah untuk menghapus berbagai aturan yang menjadi hambatan nontarif dalam perdagangan.

Terkait ekspor kopi, Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan meningkat 53,01% pada periode Januari-Agustus 2017 atau sebesar US$9,42 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda menjelaskan bahwa tingginya permintaan kopi Indonesia di Korsel tersebut salah satunya disebabkan meningkatnya konsumsi kopi di Negeri Ginseng itu.

"Media Korsel Yonhap menyebutkan bahwa rata-rata penduduknya mengonsumsi 500 gelas kopi selama 2016. Hal ini yang mendorong tumbuhnya ekspor kopi dari Indonesia dalam lima tahun terakhir sebesar 14,39 persen," kata Arlinda.

Ditunjang dengan konsumsi kopi di Korsel meningkat 25% dalam dekade terakhir, maka Kemendag melihat hal tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan ekspor kopi ke Korsel lewat promosi pada Seoul Int'l Cafe Show 2017 yang berlangsung pada 9-12 November 2017 di Convention & Exhibition Center (COEX), Seoul, Korea Selatan.

Dilaporkan, delapan pengusaha kopi Indonesia bertemu pengusaha China untuk merumuskan strategi guna meningkatkan nilai ekspor ke negara berpenduduk terbesar di dunia itu.

"Kami berinisiatif mengumpulkan mereka agar dapat mencapai rumusan meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok," kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri di Beijing, Senin (13/11/2017).

Pertemuan yang dikemas dalam diskusi bersama terfokus (FGD) pada pekan lalu tersebut juga melibatkan Asosiasi Pengusaha Indonesia di China Selatan (SCIBA) dan Asosiasi Pakar Kopi Indonesia (SCAI) serta para pengusaha dari Guangzhou, Shanghai, dan Hong Kong.

Silvy menyebutkan pada Januari-September 2017, ekspor kopi Indonesia ke China mencapai US$34,1 juta. Sedangkan Indonesia menempati peringkat kedua negara eskportir kopi ke China di bawah Vietnam yang pada periode tersebut telah mencapai US$368,8 juta.

Ia yakin Indonesia mampu mengejar Vietnam karena beberapa hal, di antaranya kopi merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang sangat kompetitif. [tar]

Komentar

 
x