Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:30 WIB

DPR Minta Aturan Holding BUMN Dirombak Total

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 23 November 2017 | 17:40 WIB
DPR Minta Aturan Holding BUMN Dirombak Total
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski banyak kritikan, rencana pembentukkan holding BUMN kelihatannya jalan terus. Sebentar lagi digelar RUPS-LB untuk mencopot status persero 3 BUMN tambang.

Rencananya, RUPS Luar Biasa yang akan digelar oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang bakal menjadi anak holding BUMN pertambangan. Dalam RUPS-LB, status persero ketiganya akan dilepas.

Keberadaan holding ini mendapat gelombang penolakan dari pihak DPR. Kebanyakan anggota DPR menilai pemerintah telah menyalahi konstitusi bila menggunakan Peraturan Pemerintah No 72 Tahun 2016 sebagai landasan hukum holdingisasi BUMN.

Anggota Komisi VI DPR, Bambang Haryo, mengatakan pemerintah harus merevisi beleid itu sebelum melakukan holdingisasi.

"Di dalam PP 72 itu dikatakan bahwa perubahan daripada aset ataupun penambahan kekayaan pemindahan dan sebagainya, itu tidak perlu melalui mekanisme pelaporan kepada DPR. Padahal BUMN kan perusahaan negara yang tentu semua perubahan daripada aset, ataupun penjualan saham dan lain-lain itu harus sepengetahuan atau seizin masyarakat yang diwakili oleh DPR," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Disamping itu juga pemerintah seharusnya melakukan upaya sosialisasi yang lebih baik kepada masyarakat mengenai urgensi adanya holding BUMN. "Kalau itu dijalankan terus holding tadi sebenarnya manfaatnya apa? Ini belum dijelaskan kepada masyarakat atau yang diwakili oleh DPR," jelasnya.

Pemerintah harusnya lebih tertib dan seksama dalam penerapan administrasi dalam hal penggunaan landasan hukum. "Sesuai dengan UU 17/2003 dan UU 1/2004, itu adalah seperti itu. Lapor ke DPR. Jadi kalau tetap dilanjutkan maka menyalahi undang-undang. Jadi ini menyalahi konstitusi," ujar Bambang. [ipe]

Komentar

 
x