Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:22 WIB

Bos Elektronik Ini Banting Setir ke Bisnis Roti

Oleh : - | Sabtu, 25 November 2017 | 02:29 WIB
Bos Elektronik Ini Banting Setir ke Bisnis Roti
Rachmat Gobel - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rachmat Gobel yang dikenal sebagai pengusaha produk elektronik Panasonic Gobel Indonesia, banting setir ke bisnis roti. Digandengnya produsen kue dan roti terkemuka asal Jepang, Chateraise.

Rencananya, Gobel akan memasarkan kue dan roti bermerek Chateraise ke masuk pasar Indonesia. Kabarnya, mantan menteri perdagangan ini tertarik membangun industri makanan berkualitas untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

"Ini baru awal. Mimpi besar saya membangun industri makanan dan minuman yang berkualitas bersama Chateraise, menggunakan bahan baku hasil produksi petani kita, dan ekspor," kata Duta Investasi Presiden untuk wilayah Jepang di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Di sela-sela pembukaan gerai pertama Chateraise di Indonesia yang terletak di Senayan City, Jakarta, Gobel menyatakan ketertarikannya menjalin kerja sama dengan Chateraise, lantaran filosofi bisnis yang sesuai dengan falsafah bisnis Kelompok Usaha Gobel. Yaitu, membangun usaha dengan memberdayakan potensi bahan baku lokal dari petani.

"Kita memiliki banyak bahan baku lokal, hasil pertanian yang bisa menjadi bahan baku kue dan roti Chateraise, seperti coklat, vanila, mangga, strawberry, dan lain-lain," ujar mantan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Industri itu.

Diakuinya, saat ini, semua produk yang dipasarkan di Senayan City masih impor. Namun pada beberapa kue yang ada hiasan di atasnya mulai menggunakan buah-buahan dari Indonesia seperti mangga dan strawberry.

"Untuk minuman, kami menggunakan kopi dari Indonesia," ujar Rachmat gobel yang menggandeng teman-temannya untuk membentuk perusahaan patungan PT Chateraise Gobel Indonesia.

Pada perusahaan tersebut Rachmat Gobel bersama dengan teman-temannya memiliki saham 40%, sedangkan Chateraise Holding Co Ltd sebesar 60%. Gerai Chateraise pertama di Indonesia dan ke-50 di luar Jepang, terlihat banyak pengunjungnya.

Sementara, President dan CEO Chateraise Holdings Co Ltd, Hiroshi Saito yang khusus datang ke Jakarta untuk membuka gerai pertama di Indonesia itu, mengatakan, pihaknya dalam dua tahun terakhir telah membuka 50 gerai di mancanegara.

Selain Indonesia, Chateraise telah memiliki 21 gerai di Sinagpura, empat gerai di taiwan, empat di Malaysia, 13 di China, dan dua di Korea, serta masing-masing satu gerai di Uni Emirat Arab dan Thailand. "Saya sangat senang ada gerai Chateraise di Jakarta, karena berarti akan semakin banyak masyarakat Indonesia suka dengan kue-kue Jepang," katanya.

Ia pun menyatakan kesediaannya untuk menggunakan bahan baku lokal, mengingat Indonesia juga memiliki hasil pertanian yang dibutuhkan untuk membuat kue seperti biji kakao dan vanila, di samping bahan baku pertanian lainnya.

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.

Ada 50 jenis makanan yang dijajakan di gerai Chateraise ke-50 di luar Jepang itu, antara lain kue tart, kue dalam bentuk potongan, roti, kue sus, dan kue dorayaki yang dikenal konsumen Indonesia dengan kue "Daraemon."

Kekhasan yang menjadi keistimewaan kue-kue Chateraise adalah adalah rasa creamnya yang segar. Hal itu, menurut Rachmat yang pernah tinggal lama di Jepang, karena bahan baku kue tersebut berasal dari bahan baku berkualitas tinggi hasil peternak sapi dan ayam di propinsi Yamanashi, Jepang, serta air yang berasal dari mata air alami Hakushu di kaki Gunung Fuji.

Ya, bisa jadi sepakan bisnis Gobel ini menggambarkan makin sulitnya industri manufaktur bergerak. Atau memang tren bisnis makanan dan minuman (mamin) paling menjanjikan untuk jangka waktu panjang. Karena, urusannya dengan perut. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x