Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:22 WIB

Tahun Depan, Airlangga Masih Mengandalkan Mamin

Oleh : - | Sabtu, 25 November 2017 | 11:12 WIB
Tahun Depan, Airlangga Masih Mengandalkan Mamin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian memproyeksikan industri makanan dan minuman (mamin) tetap menjadi andalan dalam menopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional pada 2018.

Dalam keterangan pers kemenperin kepada media ddi Jakarta, Jumat (24/11/2017), hal itu terlihat dari konsistensi kontribusi signifikan industri mamin terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas serta peningkatan realisasi investasi.

"Untuk itu, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan industri makanan dan minuman agar semakin produktif dan berdaya saing global. Apalagi, sektor ini basisnya nilai tambah sehingga proses hilirisasi perlu dijamin," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kemenperin mencatat, industri mkanan dan minuman (mamin) menyumbang 34,95% PDB industri nonmigas pada Triwulan III-2017, atau meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekaligus menjadi kontributor PDB industri tertinggi dibanding sektor lainnya.

Industri mamin juga berkontribusi sebesar 6,21% terhadap PDB nasional pada triwulan III-2017, atau naik 3,85% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari sudut realisasi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) industri mamin mencapai Rp27,92 triliun pada triwulan III-2017, atau meningkat 16,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk penanaman modal asingnya mencapai US$1,46 miliar.

Guna menjaga pertumbuhan sektor ini tetap tinggi, menurut Menperin, pihaknya terus mendorong pelaku industri mamin nasional agar memanfaatkan potensi pasar dalam negeri. "Indonesia dengan memiliki jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang, menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan," tutur politisi Golkar itu.

Di samping itu, industri mamin nasional semakin kompetitif karena jumlahnya cukup banyak. Tidak hanya meliputi perusahaan skala besar, tetapi juga telah menjangkau di tingkat kabupaten untuk kelas industri kecil dan menengah (IKM). "Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah ada yang go international," ungkap Airlangga yang disebut-sebut bakal menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar itu.

Airlangga menyatakan, kemenperin tengah memacu kinerja industri padat karya berorientasi ekspor. Untuk itu, Kemenperin mengusulkan penghitungan insentif fiskal berupa tax allowance berbasis pada jumlah penyerapan tenaga kerja. "Regulasi ini sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan, kami berharap tahun ini peraturannya bisa keluar," tegasnya.

Menperin juga mengapresiasi Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai pelopor industri mamin di Indonesia yang produknya telah dipasarkan secara langsung kepada lebih dari 500 ribu pelanggan ritel baik di daerah perkotaan maupaun perdesaan.

Hingga saat ini, Coca-Cola Amatil Indonesia telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11 ribu orang, dengan nilai investasi selama lima tahun (2012-2017), mencapai US$445 juta. Serta berkomitmen akan meningkatkan investasi hingga US$300 juta dalam jangka waktu tiga tahun mendatang. [tar]

Komentar

 
x