Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:21 WIB

Pesawat Turboprop Habibie Diincar Investor Asing

Oleh : - | Sabtu, 25 November 2017 | 13:15 WIB
Pesawat Turboprop Habibie Diincar Investor Asing
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mendengar Indonesia akan mengembangkan pesawat turboprop R80, rancangan Presiden RI ketiga, sejumlah negara di Asia, Timur Tengah dan Eropa tertarik.

"Sudah ada beberapa, tetapi saya belum bisa buka. Kalau negaranya di kawasan Asia, Eropa dan Timur Tengah," kata Presiden Direktur PT Regio Aviasi Industri (RAI), Agung Nugroho di kantornya, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Agung menjelaskan, saat ini, proyek pengembangan pesawat R80, bakal mendapat pembiayaan investasi dari perusahaan asal Korea, D-Raon Engineering. Kerja sama ini melalui skema Pembiayaan Investasi Non APBN (PINA).

Pada tahap awal kerja sama, jelasnya, D-Raon akan melakukan uji tuntas atau"due dilligence, selama tiga bulan. Selanjutnya, pendanaan direalisasikan sesuai rencana pengembangan R80 pada 2018 yang memasuki tahap kedua. Yaknifase pengembangan berskala penuh (full scale development).

"Full scale development phase nanti akan rancang bangun konsep saat ini, kemudian didetailkan, dibuat pesawatnya dan diterbangkan untuk sertifikasi," kata Agung.

Sekedar informasi saja, proyek pesawat R80 yang masuk dalam salah satu Proyek Strategs Nasional (PSN) ini, membutuhkan dana US$1,6 miliar. Proyek ini tidak disokong dari APBN, namun mengandalkan kerja sama dengan swasta melalui PINA dan dana dari dalam negeri berbentuk pembiayaan publik atau crowd funding, yang saat ini sudah mencapai Rp6 miliar.

"Dana dalam negeri crowd funding untuk saat ini. Nanti kami dan PINA akan mencoba mencari dari sumber lain. Crowd funding kita lebih untuk donasi, bukan invetasi," kata Agung.

Agung menambahkan, pesawat R80 ditargetkan terbang perdana pada 2022. Ada kemungkinan R80 akan dijual ke D-Raon jika sudah lolos sertifikasi. "Sangat mungkin dijual makanya kita nanti sertifikasi dua, satu sertifikasi nasional untuk dijual di dalam negeri, satu lagi internasional untuk dijual internasional," ungkapnya.

Keunggulan pesawat R80 dari pesaing terdekatnya, semisal ATR-72 yang saat ini digunakan Garuda Indonesia, adalah lebih efisien, nyaman dan ekonomis. Khususnya untuk jarak dekat dengan jarak tempuh 400-800 nautical mile, atau sekitar 1400-1500 kilometer.

Pesawat ini juga dinilai cocok untuk penerbangan domestik antarpulau di Indonesia, serta tidak membutuhkan landasan yang terlalu panjang. Jadi, mudah mendarat di bandara kecil (perintis). [tar]

Komentar

 
x