Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:58 WIB

Tol Cisumdawu Membelah Bukit, Ini Progresnya

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 25 November 2017 | 16:09 WIB
Tol Cisumdawu Membelah Bukit, Ini Progresnya
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer sedang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Yang menarik, proyek yang dibiayai dari duit utang China ini, memiliki terowongan sepanjang 472 meter yang berada di Desa Cilengser, Sumedang, Jawa Barat. Saat ini, pembangunan terowongan sudah mencapai 65 meter.

"Saat ini sudah berhasil menembus sepanjang 65 meter," sebut keterangan tertulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Selain itu, akan ada Jembatan Cinampel yang saat ini telah mencapai tahap pengecoran pilar. Ditargetkan, penyelesaian pembangunan Seksi 2 fase II pada September 2019.

Sementara progres Seksi 2 Fase I yakni ruas Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 km senilai Rp1,1 triliun, telah rampung 100%. Sementara Seksi 2 Fase II ruas Ciherang-Sumedang sepanjang 10,7 km senilai Rp3,4 triliun, masuk progres konstruksi mencapai 21,49%.

Konstruksi tol yang menjadi porsi BUJT, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Pada Seksi 3 sepanjang 3,75 km yang menghubungkan Sumedang-Malaka mencapai tahap pembebasan lahan sebesar 98,8%.

Saat ini pemerintah tengah memproses pembayaran empat bidang tanah dan relokasi sekolah untuk segera memulai konstruksi.

Di Seksi 4, sepanjang 8,2 km akan menghubungkan Cimalaka-Legok baru mencapai progres pembebasan lahan sebesar 1,64%. Meski begitu, konstruksi akan segera dilakukan karena sebagian besar tanah yang akan digunakan adalah milik Perhutani.

Sedangkan seksi 5 yang menghubungkan Legok-Ujung Jaya sepanjang 16,42 km dan seksi 6 menghubungkan Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 km masih dalam proses revisi penetapan lokasi dan mulai pembebasan lahan pada April 2018.

Pembangunannya terbagi menjadi enam seksi. Seksi 1 dan 2 menjadi porsi pemerintah yang pendanaannya menggunakan pinjaman dari Pemerintah China. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi tol tersebut.

Sedangkan untuk seksi 3 hingga 6 dibangun melalui investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol. Investasi BUJT yang dikeluarkan untuk pembangunan tol ini cukup besar yakni sekitar Rp 8,4 triliun.

Sebelumnya, digelar penandatanganan kontrak pembangunan jalan tol Cisumdawu Fase III sebesar Rp2,2 triliun di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu merangkap PPK Phase III Wida Nurfaida dengan perwakilan joint operation PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan China Road and Bridge Corporation Wen Yuegang. [ipe]

Komentar

 
x