Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:32 WIB

Jokowi Hampiri PSR di Serdang Bedagai

Oleh : - | Selasa, 28 November 2017 | 10:09 WIB
Jokowi Hampiri PSR di Serdang Bedagai
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Presiden Joko Widodo menghadiri peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara, Senin (27/11/2017).

Berdasarkan laman setneg.go.id, kehadiran Jokowi di acara peremajaan tanaman kelapa sawit (replanting) rakyat ini, merupakan kali kedua. Yang pertama, Jokowi hadir dalam replanting sawit di Musi Banyu Asin, Palembang, Sumatera Selatan, pada 13 Oktober 2017.

Di Sumatra Utara, pemerintah meremajakan kebun sawit rakyat seluas 9.109,29 hektar, tersebar di 12 kabupaten. Antara lain, Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah.

Namun, Jokowi menilai, luasan replanting di Sumut ini, masih sangatlah minim. Mengingat, program PSR di Sumatra Utara sudah sangat mendesak dilakukan. Dari total 470.000 hektar perkebunan sawit rakyat, seluas 350.000 hektar sudah waktunya diremajakan.

"Yang perlu diremajakan 350 ribu hektare, gede sekali dan biayanya tidak sedikit. Tapi harus kita kerjakan kalau tidak kita hanya melihat kelapa sawit yang umur 25-30 tahun tidak produktif, harus diremajakan," ujar Jokowi di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.

Sementara dari 4,6 juta hektar lahan sawit, diperkirakan 2,4 juta hektar memiliki produktivitas di bawah 2,5 Ton Crude Palm Oil (CPO)/hektare/tahun.Rendahnya produktivitas ini lantaran umur sawit yang sudah di atas 25 tahun, atau tidak menggunakan kualitas benih yang baik pada masa lalu.

Ke depan, Jokowi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama dengan pemerintah, mendukung berjalannya program PSR guna meningkatkan produktivitas sawit Indonesia.

"Kita harus kerja keras bagaimana merawat, memelihara, dan meremajakan karena banyak kelapa sawit kita yang sudah tua-tua, tua renta, bahkan ada yang pikun juga sehingga produktivitasnya menurun, bisa separuh, sepertiganya dari swasta," ungkapnya.

Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk segera menjalankan program PSR agar kelapa sawit Indonesia bisa bersaing dan menjadi unggulan di dunia internasional.

"Saya perintahkan ke Pak Menko Perekonomian, Pak Darmin Nasution untuk diremajakan semuanya, yang milik rakyat harus diremajakan kalau tidak kita bisa disalip negara lain," ucap Jokowi.

Selama ini, Indonesia memang dikenal sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia hingga mendapat julukan emas hijau.

"Memang tidak berlebihan saat kelapa sawit disebut emas hijau bagi negara kita Indonesia, sebab negara kita adalah negara produsen kelapa sawit yang terbesar di dunia, bukan di Asia atau Asia Tenggara tapi di dunia," tutur Presiden.

Hanya saja, tersebut, Jokowi, tak ingin berpuas diri. Presiden mengungkapkan sejumlah tanggung jawab yang harus diemban pemerintah. "Tapi ingat juga menjadi produsen kelapa sawit terbesar artinya kita harus menjadi yang terdepan dalam pengelolaan. Ini yang kita lemah di sini," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan bantuan dana peremajaan sawit rakyat, benih sawit unggul bersertifikasi, dan benih jagung untuk tumpang sari.

Selain itu, Kepala Negara juga menyerahkan sejumlah sertifikat tanah untuk rakyat dan melakukan penanaman bibit pohon kelapa sawit.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi. [ipe]


Komentar

 
x