Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:52 WIB

Mau Hemat Biaya Listrik, Silakan Coba Cara Ini

Oleh : - | Selasa, 28 November 2017 | 11:38 WIB
Mau Hemat Biaya Listrik, Silakan Coba Cara Ini
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Kapasitas listrik nasional bakal naik menjadi 40 Giga Watt jika seluruh rumah di Jawa yang berjumlah 30-40 ribu rumah, menggunakan modul surya 1 kW.

Hal itu disampaikan pakar energi, Arya Rezavidi kepada wartawan di DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). "Sedangkan kalau hanya sepersepuluhnya saja atau sekitar empat juta rumah, maka akan ada tambahan 4 gW. Ini sudah membantu pemerintah mencapai target pembangunan pembangkit listrik 114 gW pada 2025," kata Arya yang dikenal sebagai perekayasa energi kelistrikan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dalam sebuah diskusi yang digelar Kemenko Kemaritiman, Arya bilang, modul pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), saat ini, sudah sangat murah. Harganya berkisar Rp15 juta per 1 kWh.

Harga senilai itu, menjadi investasi jangka panjang hingga belasan tahun. Di mana, rumah tangga yang menggunakannya bisa berhemat biaya listrik tiap bulan. 'Tidak perlu khawatir dengan kenaikan tarif listrik dari PLN," paparnya.

"Jika rata-rata konsumsi listrik rumah tangga kelas menengah mencapai 340 kWh per bulan dengan harga listrik Rp1.450 per kWh, tentu selama 10 tahun cukup signifikan jika bisa dikurangi biayanya sampai 90 kWh dari modul surya ini," lanjut Arya.

Ia menyatakan optimistis masyarakat dan para pengembang perumahan bersedia membangun PLTS secara mandiri, karena meskipun sel surya masih diimpor, tetapi Indonesia sudah memiliki 12 pabrik modul surya dengan total kapasitas lebih dari 100 mW per tahun.

Sementara itu, Manager Senior PLN Divisi Energi Baru Terbarukan, Yudistian Yunis mengatakan, kapasitas listrik suatu negara berbanding lurus dengan kemajuan ekonominya.

"Kapasitas listrik per kapita Indonesia yang 207 kWh per kapita masih jauh dibanding negara lain di ASEAN, misalnya Malaysia yang 929 kWh per kapita bahkan kalah dari Thailand dan Vietnam, sementara China 1.074 kWh per kapita," katanya.

Hal ini, ujarnya, karena kapasitas listrik terpasang Malaysia yang mencapai 29 gW hanya untuk 30 juta penduduk, sedangkan Indonesia 60 gW untuk 270 juta penduduk. "Kapasitas listrik nasional harus terus ditambah, khususnya dari berbagai energi terbarukan agar bisa kompetitif untuk investasi pembangunan industri," katanya. [tar]

Komentar

 
x