Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:43 WIB

Garap Kilang Tuban, Pertamina Gandeng Rosneft

Oleh : Iwan Purwantono | Selasa, 28 November 2017 | 15:09 WIB
Garap Kilang Tuban, Pertamina Gandeng Rosneft
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menggandeng Rosneft Oil Company, mengelola Kilang Tuban.

Dalam kerja sama ini, baik PT Kilang Pertamina maupun Rosneft sepakat membentuk perusahaan patungan yakni PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia disingkat PRPP.

Perusahaan patungan ini akan membangun dan mengoperasikan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan Kompleks Petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemial/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Penandatangan akta berlangsung ruang Layanan Izin Investasi 3 jam (II3J), Gedung Ismail Saleh yang menjadi kantor pusat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Direktur KPI, Achmad Fathoni Mahmud mengatakan, dalam rangka pembangunan NGRR Tuban yang direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari dengan total nilai investasi sampai US$15 miliar, Pertamina-Rosneft sudah menyepakati komposisi saham perusahaan patungan PRPP, sebesar 55% saham untuk Pertamina, sisanya 45% digenggam Rosneft.

Menurutnya, proyek NGRR Tuban akan memberikan manfaat besar baik ekonomi maupun sosial bagi bangsa dan negara ke depan. "Proyek ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan meningkatkan produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V. Kilang juga akan menghasilkan produk baru petrokimia," paparnya.

Achmad Fathoni menambahkan, pembangunan megaproyek NGRR Tuban akan menciptakan lapangan kerja, dengan perkiraan saat proyek antara 20.000-40.000 tenaga kerja dan sekitar 2.000 orang setelah beroperasi. Menurutnya, proyek juga akan memberikan dampak positif berantai berupa pajak untuk pemerintah dan ekonomi masyarakat nasional maupun regional.

Adapun perkiraan produk BBM yang nanti akan dihasilkan NGRR Tuban adalah gasoline sebesar 80 ribu barel per hari, Solar 99 ribu barel per hari, dan Avtur 26 ribu barel per hari. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

Sementara Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM, Lestari Indah menjelaskan bahwa BKPM sangat mendukung pendirian badan hukum Indonesia atas nama PT. PRPP antara Pertamina dan Rosneft.

"Pendirian PT PRPP di bidang usaha kilang minyak dengan rencana penyerapan tenaga kerja hingga 40 ribu ini merupakan implementasi Proyek Strategis Nasional yang diharapkan dapat menyeimbangkan demand-supply pasokan migas sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ," jelas Lestari.

Peran pemerintah melalui BKPM khususnya PTSP Pusat untuk memastikan bahwa pendirian PT PRPP melalui mekanisme layanan investasi 3 jam dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga dapat segera beroperasi secara resmi sebagai Badan Hukum Indonesia.

"Selanjutnya PTSP Pusat di BKPM juga siap untuk memproses permohonan fasilitas maupun insentif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan pada saat merealisasikan investasinya," lanjutnya.

Berikut susunan direksi pada PT Pertamina Rosneft Pengolahan Petrokimia.
- Presdir : Amir H. Siagian
- Direktur : Alexander Dmitriev
- Direktur : Bambang Sembodo

Komentar

 
x