Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:46 WIB

Jelang 60 Tahun RI-Jepang

Enggar Perkuat Perdagangan dengan Saudara Tua

Oleh : - | Rabu, 29 November 2017 | 19:27 WIB
Enggar Perkuat Perdagangan dengan Saudara Tua
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah berupaya meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Jepang, menjelang 60 tahun hubungan kedua negara, melalui pelaksanaan rangkaian program misi dagang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita didampingi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang, Rachmat Gobel dalam rangkaian program misi dagang ke Negeri Matahari Terbit tersebut, melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan pelaku usaha Jepang.

"Menandai hubungan Indonesia-Jepang ke 60 tahun pada 2018, kedua negara terus mengoptimalkan kerja sama di sektor perdagangan. Momentum ini juga diharapkan dapat ditandai dengan penyelesaian General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) tahun depan," kata Enggartiasto, dalam keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Rabu (29/11/2017)

Dalam pertemuannya dengan mantan PM Jepang sekaligus Presiden Japan Indonesia Association (JAPINDA), Yasuo Fukuda, Enggartiasto berharap hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia-Jepang akan terus menguat, seiring dengan lamanya hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Jepang sepakat terus bekerja sama dalam hal transfer teknologi. Selain itu, kedua negara juga sepakat bekerja sama dalam bidang pertanian dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar pelaku UMKM memiliki kompetensi untuk mengekspor produk-produknya ke mancanegara.

Selain itu, Enggartiasto juga bertemu dengan President & CEO of Mitsubishi Corporation Takehiko Kakiuchi, dan mendorong Mitsubishi meningkatkan investasinya di Indonesia.

Menurutnya, Mitsubishi juga dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk-produk Mitsubishi, tidak hanya sektor automotif, tetapi juga suku cadang dan agrikultur, yang kemudian diekspor dari Indonesia ke negara-negara lain. "Ekonomi yang terus tumbuh dan politik Indonesia yang stabil merupakan jaminan bagi Mitsubishi untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia," kata politisi Nasdem ini.

Bagi Mitsubishi, Indonesia sudah dianggap sebagai ibu pertiwi karena eratnya kerja sama yang terjalin. Indonesia merupakan negara ke-2 tujuan investasi Mitsubishi setelah Australia. Mitsubishi menginginkan agar bisnisnya dapat tumbuh dan berkembang bersama Indonesia.

Sementara itu, pada pertemuan dengan Federasi Bisnis Jepang 'Keidanren', Mendag menekankan bahwa Indonesia dan Jepang bukan saling berkompetisi, tetapi saling melengkapi. Indonesia juga meminta dukungan atas pelaksanaan General Review IJ-EPA yang akan dibahas. "Penyelesaian General Review IJ-EPA tahun depan akan menjadi kado 60 tahun hubungan kedua negara," tambah Enggartiasto.

Dalam kesempatan tersebut, Keidanren mengutarakan dukungannya terhadap poin-poin usulan Indonesia kepada Jepang untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, khususnya sektor kehutanan, perikanan, pertanian, industri, serta produk-produk lainnya, dan bekerja sama dalam hal transfer teknologi di bidang pertanian.

Selanjutnya, Enggartiasto mengajak Keidanren mendorong para anggotanya untuk memperluas investasinya di Indonesia, khususnya pada sektor infrastruktur, pangan, industri berat, energi, perikanan dan kelautan, kelapa sawit dan turunannya, serta sektor-sektor strategis lainnya, termasuk pembangunan smelter.

Pada pertemuan tersebut, Keidanren menyampaikan bahwa pelaku usaha Jepang sangat antusias dengan Indonesia, bukan hanya karena pasarnya yang besar, tetapi juga karena ekonomi Indonesia yang menjanjikan, politik yang relatif stabil, serta iklim usaha yang kondusif.

Pada pertemuan dengan Sekjen Partai Demokratis Liberal Toshihiro Nikai, Mendag menyampaikan harapannya agar kerja sama kedua negara dapat terus ditingkatkan. "Diharapkan Jepang dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, terutama pembangunan infrastruktur. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, infrastruktur menjadi prioritas," katanya.

Hubungan kerja sama dalam hal pembangunan infrastruktur telah dilakukan Jepang sejak puluhan tahun lalu, terutama dalam penyelenggaraan Asian Games tahun 1962 lalu saat Indonesia menjadi tuan rumah.

Tahun depan Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games yang juga akan akan menandai hubungan kerja sama Indonesia-Jepang yang ke-60. [tar]

Komentar

 
x