Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:22 WIB

Pasar Beras Negeri Jiran Benar-benar Menggiurkan

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 16:18 WIB
Pasar Beras Negeri Jiran Benar-benar Menggiurkan
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, Malaysia yang berpenduduk 31,5 juta jiwa, adalah salah satu importir beras terbesar di ASEAN. Tidak ada salahnya Indonesia masuk.

Tiap tahun, Malaysia mengimpor sedikitnya 1,2 juta ton beras. Hal ini ditangkap pemerintah Indonesia sebagai peluang ekpor.

Saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan PM Dato Sri Mohd Najib di Kuching, Malaysia, dibahas masalah ini.

Cerdasnya Presiden Jokowi langsung menangkap peluang bisnis beras. Dia terang-terangan minta slot 20% kuota impor beras, atau setara 150.000 ton.

Jokowi bilang, perdagangan Indonesia dengan malaysia sudah terjalin lama dan perlu terus dikembangkan. Semester I-2017, perdagangan kedua negara melonjak hingga 21%.

Ke depan, diharapkan bisa terus berkembang. Apalagi bila Malaysia memberi jatah impor beras kepada Indonesia sebesar 20%.

Sebenarnya, Indonesia sudah memulai ekspor beras ke Malaysia pada Oktober 2017, sebanyak 25 ribu ton. Jumlah ekspor ini diharapkan terus meningkat setiap tahunnya.

Najib tidak secara spesifik merespons permintaan tersebut. Namun ia mengakui kemajuan kerja sama dari kedua negara, mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, keamanan, dan kerja sama perbatasan.

Dia bilang, Malaysia tertarik untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia di segala bidang. Termasuk merealisasikan seluruh peluang dan potensi yang dimiliki baik Malaysia maupun Indonesia.

Boleh jadi perberasan merupakan salah satu potensi yang dapat digarap dan dijajaki lebih lanjut.

Saat ini, Kementerian Pertanian mencatat produktivitas padi Indonesia sebesar 52,36 kuintal/hektar (ha). Hanya saja, terjadi penurunan sebesar (minus) 1,55% menjadi 51,55 kuintal/ha.

Berdasarkan catatan FAO di 2014, volume produksi Indonesia berada di urutan ketiga terbesar dunia yakni 70,6 juta ton. Posisi teratas adalah China (208,1 juta ton) dan India (155,5 juta ton).

Produksi beras di Indonesia didominasi oleh para petani kecil, bukan oleh perusahaan besar yang dimiliki swasta atau negara.

Para petani kecil mengkontribusikan sekitar 90 persen dari produksi total beras di Indonesia. Setiap petani itu memiliki lahan rata-rata kurang dari 0,8 hektar. [tar]

Komentar

 
x