Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:58 WIB

Jadikan PDRB Sebagai Acuan, Kadin Koreksi UMP DKI

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 17:20 WIB
Jadikan PDRB Sebagai Acuan, Kadin Koreksi UMP DKI
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), Pemprov DKI Jakarta, disarankan mengacu kepada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), bukan pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia bidang Perdagangan, Benny Soetrisno di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Dia menilai, kenaikan UMP menjadi kurang adil jika perhitungan disama-ratakan, atau mengacu kepada pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal, pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah, berbeda.

Misalnya di DKI Jakarta, laju pertumbuhan ekonomi di kuartal III- 2017, tercatat 6,29% secara tahunan atau year on year (yoy). "Kalau dirata-ratakan dengan seluruh pertumbuhan ekonomi nasional lima persen, contoh Jakarta pertumbuhannya tujuh persen, Batam dua persen, berarti pekerja Jakarta yang dirugikan. Sebaliknya di Batam, pekerja yang diuntungkan, pengusaha yang dirugikan," kata Benny.

Namun, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan besaran UMP DKI untuk 2018 sebesar Rp3.648.035, atau naik 8,71%. Kenaikan UMP itu dihitung berdasarkan inflasi periode September 2016 hingga 2017, sebesar 3,2%. Serta pertumbuhan domestik bruto (PDB) sebesar 4,99%.

Namun di sisi lain, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), meminta besaran UMP DKI 2018 dinaikkan menjadi Rp3,9 juta.

Benny menilai, penetapan UMP DKI Jakarta Tahun 2018, tentunya sudah menyerap aspirasi dari seluruh pihak. Baik pengusaha, buruh dan Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja juga sudah diperhitungkan.

Ia menilai cukup atau tidaknya UMP tersebut memenuhi KHL para pekerja tentunya bergantung pada masing-masing kebutuhan pekerja. "Komponen KHL tiap tahun nambah, mulai dari yang dasar sampai hiburan. Pertanyaannya apakah cukup? Itu tergantung masing-masing," kata dia. [tar]

Komentar

 
x