Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 20:52 WIB

Uni Eropa Akui Reputasi Produk Perkayuan RI

Oleh : - | Kamis, 30 November 2017 | 17:11 WIB
Uni Eropa Akui Reputasi Produk Perkayuan RI
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Selama setahun ini, Indonesia telah mengirimkan kayu dan produk kayu legal senilai lebih dari US$ 1 miliar ke-28 negara anggota Uni Eropa tanpa hambatan. Ini berkat lisensi Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) yang menjamin semua produk kayu Indonesia memiliki Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Bulan ini tepat satu tahun pemberlakukan skema perizinan lisensi produk kayu bersertifikat legal yang diekspor dari Indonesia ke Uni Eropa (UE). SVLK Indonesia telah diakui oleh UE dan dapat masuk ke 28 negara Uni Eropa.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, saat Refleksi 1 Tahun Lisensi FLEGT, di Jakarta, Kamis (30/11/2017), sangat mengapresiasi pencapaian ini. "Ini merupakan tonggak strategis bagi Indonesia, Lisensi FLEGT menjamin semua produk kayu Indonesia yang sudah memiliki SVLK dapat masuk tanpa uji tuntas. Produk kayu Indonesia dapat masuk ke 28 negara UE tanpa hambatan," kata Siti.

Indonesia telah mengembangkan sistem jaminan kelestarian dan legalitas kayu atau yang dikenal dengan SVLK, dan reformasi lainnya untuk memperkuat tata kelola hutan dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum dan partisipasi pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan di sektor kehutanan.

Skema perizinan FLEGT adalah hasil dari Perjanjian Kemitraan Sukarela atau Voluntary Partnership Agreement, dimana Indonesia dan UE telah melakukan negosiasi untuk mengatasi pembalakan liar, memperbaiki tata kelola hutan dan mempromosikan perdagangan produk kayu legal.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Gurend, yang juga hadir dalam acara ini mengatakan perizinan FLEGT lebih dari sekadar perdagangan. "Berkat kemitraan internasional dan nasional yang kuat, lisensi FLEGT dan reformasi tata kelola yang menopangnya telah memberikan keuntungan baik bagi manusia maupun bagi planet bumi. Perizinan tersebut telah memperkuat hak, meningkatkan kemakmuran dan membantu Indonesia dalam upaya mengelola hutan secara lestari dan menggunakannya untuk membatasi perubahan iklim," ucap Vincent.

Indonesia berkomitmen untuk memberantas pembalakan liar dengan memperbaiki penegakan hukum dan tata kelola kehutanan, melalui perdagangan kayu legal dan bersertifikat yang bertanggungjawab. Hal ini berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia, dan memberikan manfaat sosial-lingkungan yang lebih luas, termasuk tindakan terhadap masalah iklim. Untuk itu, Menteri LHK berharap kepada negara konsumen agar mendukung kebijakan tersebut dengan tidak menerima kayu dari sumber illegal.

"Kami mendorong semua negara konsumen untuk menutup pasar kayu illegal. Dengan demikian praktek illegal logging dapat diberantas, dan pengelolaan hutan produksi secara lestari dapat diwujudkan. Mari sama-sama pertahankan reputasi produk perkayuan Indonesia," ucap Menteri Siti. [*]

Komentar

 
x