Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:24 WIB

Budi dan Anies Bentuk Tim Anti Kemacetan

Oleh : - | Senin, 4 Desember 2017 | 14:38 WIB
Budi dan Anies Bentuk Tim Anti Kemacetan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHOM, Jakarta - Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta membentuk tim kecil guna mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah ibu kota dan sekitarnya.

"Saya dengan Pak Anies (Gubernur DKI) dan Pak Sandi (Wakil Gubernur DKI) berbicara tentang persoalan transportasi yang sangat penting," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Menurut Budi, Kemenhub menemukan bahwa ternyata ada sejumlah gagasan yang terlontar dari Gubernur DKI Jakarta yang selaras dengan program transportasi dari Kementerian Perhubungan yang akan disinergikan lebih lanjut.

Budi memaparkan, sejumlah keselarasan itu antara lain terkait dengan program transportasi massal, loopline (jalur lingkar tidak sebidang kereta), moda transportasi LRT, serta penerapan ERP (tarif berbayar elektronik).

Untuk itu, ujar dia, pihak Kemenhub bersama-sama dengan Pemprov DKI juga akan membentuk tim kecil yang juga melibatkan Badan Pengelola Transporasi Jabodetabek, dengan tugas untuk melancarkan percepatan pembangunan transportasi.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengutarakan rasa senangnya dengan koordinasi yang telah dilakukan antara kedua belah pihak.

Anies menyadari, permasalahan transportasi di ibu kota, tidak hanya terkait Jakarta. Tetapi juga berbagai wilayah yang ada di sekitar DKI.

Selanjutnya mantan menteri pendidikan Kabinet Kerja ini, menyatakan siap meningkatkan sinergi dengan Kemenhub dalam rangka menghasilkan sistem transportasi yang terbaik.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kerugian akibat kemacetan lalu lintas meningkat tiap tahunnya. Tahun ini, macet di Jakarta menimbulkan kerugian hingga Rp67,5 triliun. Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek, kerugiannya mencapai Rp100 triliun.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang tidak harus terjadi tersebut, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan, bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya telah mempersiapkan berbagai terobosan dan harus dilaksanakan secepatnya.

Bambang menambahkan, BPTJ dan Pemprov DKI akan terus berkoordinasi menindaklanjuti program peningkatan layanan angkutan umum dan penanggulangan kemacetan di DKI Jakarta dalam lingkup penanganan se-Jabodetabek. [tar]

Komentar

 
x