Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 18:19 WIB

Bisnis Tak Sehat AMDK Bakal Diputus KPPU

Oleh : - | Selasa, 5 Desember 2017 | 08:09 WIB
Bisnis Tak Sehat AMDK Bakal Diputus KPPU
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pekan depan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memutuskan perkara monopoli dan persaingan tidak sehat di bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Aqua.

Dalam perkara ini, menyeret PT Tirta Investama selaku produsen dan PT Balina Agung Perkasa selaku distributor.

Ketua Tim Investigator KPPU, Arnold Sihombing perlu menegaskan sekali lagi bahwa kesimpulan Tim Investigator KPPU yang menyatakan Aqua bersalah, bukan tanpa alasan. Banyak bukti yang telah ditemukan.

Arnold bilang, kenapa Tim Investigator menyimpulkan bahwa Aqua bersalah tak lain dan tak bukan karena sistem penjualan dari distributor ke pedagang itu, dengan cara jual putus.

"Pedagang ini mendapatkan produk Aqua dengan sistem beli-putus. Nah seharusnya dengan sistem ini sudah tak ada ikatan lagi para pedagang dengan PT TIV selaku produsen dan PT BAP selaku distributor. Untuk apalagi mereka mengatur dagangan pedagang kalau sistem yang mereka berlakukan adalah jual-putus?" kata Arnold.

Soal bukti bahwa hanya toko Chunchun yang diintimidasi, itu tidak benar. Banyak toko yang mengaku diintimidasi.
"Mungkin Aqua merasa hanya toko ChunChun yang menjadi korbannya, tapi setelah kami lakukan investigasi, masih banyak pedagang lain. Mereka sangat berharap diberi kebebasan untuk jual produk apapun," ungkap.

Pernyataan Arnold Sihombing diperkuat penelusuran di lapangan. Termasuk kesaksian para pedagang du depan majelis hakim KPPU.

Setidaknya ada 5 pemilik toko yaitu, Yatim Agus Prasetyo (Toko Vanny alias Chunchun), Julie (Toko Yania), Irwan (Toko Sinar Jaya), Edi pemilik (Toko Noval) dan Handy (Toko Sumber Jaya/ Country Food).

Para pedagang itu mengaku dipaksa untuk menandatangi form pernyataan untuk tidak menjual produk AMDK merek Le Minerale. Kalau tetap menjual Le Minerale status toko mereka diturunkan. [tar]

Tags

Komentar

 
x