Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:21 WIB

Produksi Alumunium, Inalum Impor Bahan Baku

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 6 Desember 2017 | 11:12 WIB
Produksi Alumunium, Inalum Impor Bahan Baku
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Tanjung - PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Persero kini sudah resmi menjadi holding industri pertambangan. Inalum tadinya merupakan perusahaan asal Jepang yang diakuisisi secara penuh menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2013.

Inalum tidak melakukan aktivitas pertambangan seperti yang dilakukan oleh tiga BUMN tambang lain seperti PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk. Inalum memproduksi alumunium yang merupakan olahan dari alumina. Bahan baku asli alumunium adalah bauksit.

Selama ini, dalam mendapatkan bahan baku berupa bauksit, Inalum mengimpornya dari Australia. General Manager Sumber Daya Manusia Inalum, Moh. Rozak Hudioro, menerangkan, sebetulnya bauksit bisa didapatkan di Kalimantan Barat.

"Bauksit itu ada di Kalimantan Barat jadi nanti akan kami olah dengan teknologi China," ujarnya di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Rabu (6/12/2017).

Direktur Inalum, Carry Bumbunan, menuturkan, karena selama ini bahan baku bauksit Inalum hanya didapat dari Australia. Pada saat ada hukuman mati bagi narapidana kasus narkoba, Marry Jane. Ada kekhawatiran akan terganggunya pasokan bauksit dari Australia.

"Kami incar sumber baru, India, belinya spot supaya tidak bergantung pada satu sumber saja," kata Carry.

Selain itu, lanjut dia, Inalum juga tidak ingin terus-terusan bergantung pada Australia dalam mendapatkan bahan baku. Dengan dibentuknya holding BUMN industri pertambangan, Inalum bisa mendapatkan bahan baku bauksit dari Antam.

"Inalum kerjasama dengan Antam untuk buka dengan teknologi China di Mempawah," ujarnya.

Saat ini, kapasitas produksi alumunium sebanyak 260,000 ton per tahun dengan adanya perbaikan teknologi pihaknya berharap bisa meningkatkan produksi hingga 300,000 ton.

"Kita akan bangun smelter baru harapannya 500,000 ton tahun 2020 dan di 2022 kita tingkatkan (produksi) jadi 1 juta ton," jelasnya. [jin]

Tags

Komentar

 
x